• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

'Tin Mining Policy in Indonesia 1967-2017' Jadi Tema Presentasi Stisipol Bangka di ABEIC Korea Selatan

28 April
16:01 2019
1 Votes (1)

KBRN, Sungailiat : Tin Mining Policy in Indonesia Period 1967-2017, menjadi tema  presentasi hasil riset dua orang dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Sungailiat Bangka, pada konferensi Asian Business and Economics International Conference (ABEIC).

Presentasi berlangsung dari  25 - 27 April 2019 di Kangwon National University, Korea Selatan, disampaikan dosen Stisipol Bangka; Darol Arkum dan Bambang Ari Satria

Diungkapkan Darol Arkum, ABEIC Asian Business and Economics International Conference di Korea Selatan merupakan salah satu konferensi internasional yang prestisius di bidang ekonomi dan bisnis yang dikelola secara kolaboratif kerjasama oleh University Technology Mara, Kangwon National University, The Association of Korean Economic Studies.

"Konferensi ini merupakan salah satu ajang pertemuan para akademisi di bidang ekonomi dan bisnis dan merupakan salah satu yang pretisius di dunia," ungkap Darol Arkum melalui pesan Whatsapps, Minggu (28/4/2019).

Dikatakannya lebih jauh, untuk peserta konferensi di negara di bagian Timur Benua Asia tersebut berasal dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Malaysia India , Bangkadesh, Maroko, Amerika Serikat, dan Australia.

"ABEIC 2019 kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-9 yang diikuti berbagai universitas di kawasan Asia termasuk Stisipol Pahlawan 12 dari Indonesia," tulis Darol

Menurut Darol Arkum kembali, panitia penyelenggara menerima kurang lebih 90 makalah untuk dipresentasikan dan dipublikasikan di jurnal internasional terindeks dan salah satunya dari Stisipol Pahlawan 12.

Darol mengakui prestasi membanggakan ini dapat diraih karena kolaborasi yang kuat antar dosen dan antara para peneliti. Kolaborasi tersebut dalam wadah  diskusi group para peneliti dan dosen terlibat dalam proyek penelitian hibah internal sekolah tinggi dan pihak eksternal.

Saya berharap dari konferensi ini dapat meningkatkan kapabilitas dan daya saing STISIPOL Pahlawan 12 di Indonesia dan dunia internasional, sekaligus belajar dari negara Korea Selatan, dimana pengelolaan perguruan tinggi dan kualitas risetnya sudah lebih baik dibanding Indonesia," terang lulusan Strata tiga dari UGM Jogjakarta itu. 

Sementara itu sambungnya untuk penelitian yang dilakukan mendapat dana dari program Hibah Sekolah Tinggi dan dana Publikasi Internasional.

"Untuk ABEIC 202O akan berlangsung di Jepang sebagai negara penyelenggara. Kita berharap berbagai reputasi kegiatan internasional STISIPOL Pahlawan 12 akan lahir kembali di ajang even-even internasional nanti," pungkas Darol.
 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00