• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

UN Hari Ketiga di Denpasar Terpantau Lancar

25 April
00:24 2019
1 Votes (5)

KBRN, Denpasar : Pelaksanaan ujian nasional (UN) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2018/2019 memasuki hari ketiga, Rabu (24/4/2019). Belum ada laporan kendala baik ujian nasional berbasis komputer (UNBK) maupun ujian nasional kertas pensil (UNKP). 

Di Kota Denpasar, jumlah peserta UN tahun ini sebanyak 13.133 siswa dari 73 sekolah. SMP yang mengadakan UNBK berjumlah 39 sekolah dengan 6.232 siswa. Sedangkan yang menggelar UNKP sebanyak 34 SMP dengan jumlah siswa 6.901 orang. 

Kepala SMP Wisata Sanur, Drs. Gusi Made Raka mengakui, tidak terjadi kendala dalam pelaksanaan UNKP di sekolahnya. Sejak hari pertama ujian nasional, seluruh siswanya dikatakan hadir 100%. Peserta UN tahun ajaran 2018/2019 di SMP Wisata Sanur berjumlah 363 siswa yang terbagi kedalam 19 ruangan. 

"Jadi hari pertama sampai hari ketiga semua siswa hadir. Termasuk untuk permasalahan soal dan lembar jawaban komputer tidak ada masalah," ungkapnya ketika ditemui RRI di sekolah setempat, Rabu (24/4/2019). 

Sebelum ujian nasional, siswanya dikatakan telah mengikuti sejumlah persiapan. Persiapan itu dengan pemberian les pengayakan, memperpanjang jam belajar khusus mata pelajaran yang di UN-kan, dan try out. 

"Setelah kita lihat hasil dari try out ini, kita evaluasi lagi, jika ada nilai yang masih kurang, kita benahi lagi. Mudah-mudahan dengan upaya itu, kita harapkan hasilnya bisa lebih meningkat lagi," ucapnya. 

Ditanya wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) mewajibkan seluruh SMP menggelar UNBK di tahun 2020, Gusi Made Raka menyebut pihaknya tidak keberatan dengan hal tersebut. Namun idealnya pemerintah mempertimbangkan berbagai hal, salah satunya kemampuan seluruh sekolah melaksanakan UNBK. Ia mengungkapkan, tidak semua sekolah memiliki kekuatan finansial dalam pengadaan sarana prasarana seperti komputer, server, dan genset. 

"Ini perlu petimbangan yang matang. Kalau itu dipaksakan ya tentunya nanti kan, harus dicarikan solusi. Bagaimana kesiapan masing-masing sekolah dengan sarana penunjang yang ada," tegasnya. 

Jika pemerintah tetap memaksakan hal tersebut, Gusi selaku kepala satuan pendidikan merasa terbebani dengan kebijakan itu. Satu solusi yang pihaknya tawarkan, adalah pemerintah mengarahkan kerjasama lintas sekolah untuk memperlancar penyelenggaraan UNBK, khususnya ditingkat Sekolah Menengah Pertama. 

"Kecuali memang kita diajak kerjasama. Sekolah-sekolah yang punya sebagian (komputer, red) dikerjasamakan dengan pihak kita. Semisalnya satu contoh SMP ini kerjasama dengan SMA mana yang sudah memiliki sarana prasarana tersebut. Itu salah satu bentuk solusi, sehingga tidak penuh nanti bebannya ke pihak sekolah. Terutama sekolah-sekolah yang jumlah siswanya besar, seperti kita disini 360an siswa," pungkas Kepala SMP Wisata Sanur, Drs. Gusi Made Raka. 



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00