• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Langgar Administrasi Pemilu, Tiga TPS di Kubar Direkomendasikan PSU

24 April
18:53 2019
4 Votes (5)

KBRN, Sendawar : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) akan melakukan pemungutan suara ulang (PSU) pada 3 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Masing-masing TPS 02 Kampung Linggang Amer kecamatan Linggang Bigung, TPS 02 Kampung Resak kecamatan Bongan dan TPS 02 Kampung Sebelang kecamatan Muara Pahu.

Ketua KPU Kubar Arkadius Hanye kepada RRI rabu (24/3/2019) di  Sendawar mengatakan, alasan dilakukan PSU karena adanya kekeliruan dan kesalahan adminsitrasi. Dimana pada saat pencoblosan  17 april lalu ada pemilih dari luar provinsi Kalimatan Timur (Kaltim) yang mencoblos menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Padahal pemilih tersebut tidak terdaftar dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) dan tidak membawa surat A5 sebagai syarat untuk memilih.

“Kejadian di Linggang Amer misalnya orang menggunakan KTP dari luar wilayah setempat bahkan dari luar Kaltim diberikan 5 surat suara. Kemudian di Kampung Sebelang orang dari luar Kaltim menggunakan KTP tetapi terdaftar dalam DPK dan diberikan 2 surat suara. Jadi ini yang secara administrasi tidak tepat dan merupakan pelanggaran administrasi,” jelas Hanye.

Menurutnya akibat pelanggaran administrasi tersebut oleh panitia pengawas kecamatan (panwascam) direkomendasikan untuk dilakukan pemungutan suara ulang.

“Artinya surat suara sudah masuk dalam kotak, kita tidak tau mana yang tidak sah itu. Akhirnya direkomendasikan oleh panwascam masing-masing, dan setelah kami nilai dari segala aspek memang memenuhi unsur untuk pemungutan suara ulang,” katanya.

Arkadius menambbah PSU dilakukan murni karena kesalahan administrasi, dan tidak ada niat atau skenario untuk merugikan maupun menguntungkan pihak tertentu.

“Ini adalah proses yang memang diatur dalam perudang-undangan. Jadi bukan karena oh ini ada skenario ada modus atau kepentingan tertentu tapi benar-benar untuk memastikan bahwa yang berhak menggunakan hak pilihnya harus sesuai aturan,” jelas Hanye.

Sementara mengenai jadwal PSU sudah diputuskan akan dilakukan serentak tanggal 27 april 2019. Sesuai dengan aturan, PSU bisa dilaksanakan paling lambat 10 hari sejak hari H pemungutan suara. Untuk itu masyarakat di 3 TPS tersebut diminta datang kembali menyalurkan hak suaranya pada hari sabtu nanti.

Terpisah ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kubar Risma Dewi mengaku 3 TPS tersebut memang jadi temuan panwascam dan direkomendasikan untuk pemilu ulang.

“Benar itu temuan kita dan sudah direkomendasikan untuk segera ditindaklanjuti. Kami juga diinstruksikan dari Bawaslu RI untuk pengawasan berjenjang sampai daerah dan kecamatan. Karena gejolak di tiap daerah berbeda-beda termasuk soal salah tafsir aturan di tingkat bawah. Kita juga sempat dipojokan dalam arti kita mau menegakan peraturan tapi masih dipersalahkan, nah ini yang harus diketahui oleh masyarakat maupun peserta pemilu,” ujarnya.

Sebelumnya KPU Kubar juga harus melakukan pemilu susulan untuk 20 TPS DPTb, dan pemilu lanjutan untuk satu TPS pada 20 april lalu, akibat kekurangan surat suara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00