• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Indonesia Perlu Contoh Malaysia

23 April
22:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia cukup tinggi. Provinsi Sumatera Utara  termasuk penyumbang angka yang  tinggi tersebut  , karena Di Sumut setiap minggunya ada lima ibu dan 18 bayi baru lahir  meninggal dunia.

Konsultan USAID-Jalin, dr Fatni Sulani, M.Si, DTM&H menyebutkan, di tahun 2017, ada 194 kematian ibu di Sumut. Penyebab kematian yang terbesar disebabkan oleh perdarahan selanjutnya hipertensi dalam kehamilan dan infeksi. Sementara untuk kematian bayi baru lahir pada tahun 2017 ada 930 kematian. 

“Ini rata-rata untuk bayi berumur 0-28 hari. Dan mayoritas yang paling banyak itu adalah umur bayi 0-6 hari. Penyebab terbesarnya karena prematuritas (berat badan lahir rendah) bisa karena kurang gizi dan lain sebagainya, bisa karena Asfiksia (gangguan nafas) dan kelainan bawaan,” ujar Fatni dalam Workshop Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir yang digelar USAID-Jalin di Hotel Santika Medan, Selasa (23/4/2019).

Lebih lanjut dikatakan Fatni bahwa angka kematian ibu dan bayi baru lahir ini cukup tinggi karena masyarakat menganggap bahwa kematian ibu dan bayi tersebut merupakan takdir. Padahal berdasarkan hasil penelitian, 73 persen kematian yang terjadi adalah kematian yang preventable (dapat dicegah). 

“Harusnya kita bisa mencontoh Malaysia. Di Malaysia dari tahun 1957 sampai 1975, fokus pelayanan persalinan pedesaan adalah di rumah. Namun setelah 1976 fokus mereka beralih ke persalinan di fasilitas. Dengan catatan bahwa kualitas dan kuantitas fasilitasnya ditingkatkan,” ujarnya.

Bukan hanya itu, sistem rujukannya juga diperkuat,  agar  pelayanan persalinan  dipermudah  dan murah . Audit maternal diwajibkan dan bidan aktif mencari kasus (case finding) di komunitas. Catatan sipil diperkuat dan prosesnya juga dipantau. 

Roadshow Kampanye

Dalam   upaya  pencegahan dan menekan  Kematian Ibu dan  Anak   baru lahir  Di Sumut  , USAID- Project Jalin  berkolaborasi dengan beberapa lintas sektor seperti Pemuka  Agama Etnis   OPD  terkait dan Media untuk melakukan Kampanye secara  roadshow.   Kampanye akan mulai dilakukan  30 April mendatang di Rantauprapat. Daerah ini merupakan MNH Campaign District Assessment (Zona I) yang meliputi Labuhanbatu Utara, Labusel, Palas dan Asahan. Zona II di  Panyabungan mencakup  Wilayah  Mandailing Natal   Tapanuli Selatan   Tapanuli Tengah  dan Padang Sidempuan  tanggal 4 May  2019  zona III   di Berastagi   Karo   termasuk  Tapanuli Utara  Samosir  Dan Humbang Hasundutan tanggal  15 Mei 2019. Kemudian Zona IV  di Medan untuk Wilayah Deli Serdang,  Serdang Bedagai Batubara dan Langkat 22 Mei  dan yang terakhir akan dilaksanqakan  di  Teluk Dalam  untuk Wilayah Nias Selatan  dan Nias Barat.

Sebagai  lembaga  yang ikut   mendukung   kampanye  tersebut  Sekjen MUI Sumut, Ardiansyah mengatakan, MUI juga mempunyai tanggung jawab untuk mengampanyekan kesehatan ibu. Ia berharap nantinya Ketua MUI dari kabupaten/kota juga dapat dihadirkan untuk mengampanyekan ini.

“Di daerah nanti kita juga meminta agar dibuat konsep-konsep khutbah seperti misalnya khutbah Jumat yang dapat menyadarkan masyarakat pentingnya kesehatan ibu dan bayi baru lahir,” ujarnya sambil mengatakan bahwa kampanye ini jangan sampai kalah dengan kampanye poligami.

Hal senada  disampaikan  Pdt Dinso Hutabarian, STh yang mengatakan bahwa Gereja juga melaksanakan pendidikan kesehatan. Jadi kampanye kesehatan ibu tersebut juga sangat penting untuk disosialisasikan kepada umat Kristiani. 

Perwakilan Tim Penggerak PKK, Ny Nani Agustama menyebutkan bahwa PKK merupakan lembaga yang mendorong dan memotivasi masyarakat di pedesaan untuk menekan angka kematian ibu dan  Anak baru Lahir.

“Kita punya perannya di situ,” sebutnya.

Begitu juga dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Forum Media Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FMPKIA) menyatakan sikap akan ikut mengampanyekan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Sumut. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00