• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Dubes RI untuk Sri Lanka: Kondisi masih Darurat, namun Jalan-jalan Mulai Kondusif

23 April
17:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta :  Presiden Sri Lanka menyatakan bahwa negaranya dalam keadaan darurat. Namun, Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka, I Gusti Ngurah Ardiyasa melihat, saat ini situasi sudah mulai kondusif dan jalan-jalan sudah mulai ramai, demikian juga lalu lintas terlihat normal.

"Memang di beberapa tempat yang strategis ada penjagaan yang lebih banyak daripada biasanya, tempat-tempat seperti pusat pembelanjaan, kemudian kantor-kantor, hotel-hotel, tempat-tempat ibadah, memang terlihat banyak petugas di sana," pungkasnya kepada Pro3 RRI, Selasa (23/4/2019).

Gusti juga mengatakan, sekolah memang ditutup sampai minggu depan, karena kejadian ledakan tersebut. Libur sekolah diperpanjang dan akan kembali masuk pada 29 April 2019 mendatang.

"Pada hari Minggu kemarin ketika ada kejadian itu, kita telah melakukan himbauan kepada seluruh WNI yang ada di Sri Lanka untuk tetap waspada, dan menghindari tempat-tempat kejadian, dan mematuhi arahan dan aturan dari otoritas keamanan setempat dan melaporkan kalau ada hal-hal yang ada mencurigakan, serta selalu membawa tanda pengenal ID, dan melaporkan ke hotline KBRI," jelasnya.

Gusti juga membenarkan sosial media memang diblokir pada hari Minggu sampai sekarang.

"Sampai hari ini masih di blokir, dari informasi yang kita terima kemungkinan pemblokiran ini akan segera dicabut besok untuk informasi dari otoritas keamanan," katanya.

Untuk WNI yang terdampak, dikatakan Gusti tidak ada WNI yang menjadi korban. Sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak otoritas keamanan, pihak rumah sakit dan Kemlu, sampai sekarang tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban ledakan bom tersebut.

Kemudian, lanjut Gusti bahwa ada nama orang Indonesia yang diduga menjadi pelaku dikatakan Gusti memang ada pemberitaan news feed pelaku pemboman di Hotel Sangrila namanya Insan setiawan.

"Tetapi di paragraf keduanya disebutkan Insan Seelawan, kami langsung berkoordinasi dan langsung mengecek ke otoritas keamanan, ternyata namanya adalah Insan Seelawan warga negara Sri Lanka, jadi tidak ada WNI yang terlibat dalam kejadian ini," pungkas Gusti.

"Saya mengimbau kepada masyarakat Indonesia yang ada di Sri Lanka ini di kami tentu KBRI terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan untuk memastikan keselamatan dari WNI kita di Sri Lanka ini," tutup Gusti.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00