• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Tetapkan Dirut PLN Sofyan Basir Tersangka Suap Proyek PLTU Riau 1

23 April
18:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PLN Sofyan Basir sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi suap terkait kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau -1.

"Dalam perkembangan proses penyidikan dan setelah mencermati fakta-fakta yang muncul di persidangan hingga pertimbangan hakim, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain dalam dugaan tindak pidana korupsi suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1."

"KPK kemudian meningkatkan perkara ini ke tahap Penyidikan dengan tersangka SFB (Sofyan Basir), Direktur Utama PT PLN (Persero)," kata Saut Situmorang selaku Wakil Ketua KPK dalam Konferensi persnya Selasa (23/4/2019).

KPK Menduga Sofyan bersama-sama atau membantu tersangka yang saat ini sudah menjadi terpidana menerima hadiah atau janji dalam kasus ini.

"Tersangka diduga bersama-sama atau membantu Eni Maulani Saragih selaku Anggota DPR-RI dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johanes Budisutrisno Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerja sama Pembangunan PLTU Riau-1," tambah Saut.

KPK menduga Sofyan menerima janji dan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni M Saragih dan Idrus Marham.

Pada Oktober 2015, Direktur PT Samantaka Batubara mengirimkan surat pada PT PLN (Persero) yang pada pokoknya memohon pada PT PLN (Persero) agar memasukan proyek dimaksud ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero).

Namun, tidak ada tanggapan positif hingga akhirnya Johanes Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources, Ltd (BNR, Ltd) mencari bantuan agar diberikan jalan untuk berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU 1 (PLTU MT RIAU 1).

Diduga telah terjadi beberapa kali pertemuan yang dihadiri sebagian atau seluruh pihak, yaitu: Sofyan Basir, Eni M. Saragih dan/atau Johanes Kotjo membahas proyek PLTU.

Tahun 2016, meskipun belum terbit Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT PLN (Persero) menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK), dalam pertemuan tersebut diduga SFB telah menunjuk Johanes Kotjo untuk mengerjakan proyek di Riau (PLTU Riau-1) karena untuk PLTU di Jawa sudah penuh dan sudah ada kandidat.

Kemudian, PLTU Riau 1 dengan kapasitas 2x300 MW masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Johanes Kotjo meminta anak buahnya untuk siap-siap karena sudah dipastikan Riau-1 milik PT Samantaka.

Sofyan menyuruh salah satu Direktur PT PLN (Persero) agar PPA antara PLN dengan BNR dan CHEC segera direalisasikan.

Sampai dengan Juni 2018 diduga terjadi sejumlah pertemuan yang dihadiri sebagian atau seluruh pihak, yaitu: Sofyan Basir, Eni M. Saragih dan/atau Johanes B Kotjo serta pihak laim di sejumlah tempat, seperti Hotel, Restoran, Kantor PLN dan rumah Sofyan.

Dalam pertemuan-pertemuan tersebut dibahas sejumlah hal terkait proyek PLTU Riau-1 yang akan dikerjakan perusahaan Johanes Kotjo.

Terkait dengan penanganan perkara pokok, KPK mulai menangani kasus ini sejak OTT dilakukan pada 13 Juli 2018 dan kemudian menetapkan 2 orang sebagai tersangka, yaitu :

a. EMS (Eni Maulani Saragih) Anggota Komisi VII DPR RI).

b. JBK (Johannes Budisutrisno Kotjo) swasta, Pemegang Saham Blackgold Natural Resources Limited.

Dua pihak ini telah divonis bersalah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Jakarta Pusat hingga berkekuatan hukum tetap.

Dalam perkembangannya KPK menemukan sejumlah bukti penerimaan lain oleh Eni M. Saragih dari berbagai pihak dan peran pihak-pihak lain, dan melakukan penyidikan untuk sejumlah tersangka, yaitu:

a. IM (Idrus Marham) Plt Ketua Umum Partai Golkar periode November s/d Desember 2017 dan Menteri Sosial.

b. SMT (Samin Tan), pemilik perusahaan PT BLEM (Borneo Lumbung Energi & Metal).

Sehingga, total telah diproses 4 orang dalam perkara ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00