• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Dukung Pengembangan EBT, Pemerintah Dorong Pembangunan PLTBm di Ogan Ilir

23 April
15:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palembang : Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) sekam padi di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menjadi salah satu prioritas Pemerintah dalam mengembangkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT). Penggunaan sekam padi untuk produksi energi listrik diharapkan dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Jasa Kemenko Kemaritiman, Agung Kuswandono, mengungkapkan, produksi listrik dari sekam padi telah lebih dulu diterapkan di Vietnam. Indonesia sebagai negara produksi padi yang cukup besar dianggap dapat menerapkan hal serupa.

Agung mengatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) sekam padi di Ogan Ilir yang dikembangkan oleh pihak perusahaan merupakan langkah positif untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan, namun dalam pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala seperti regulasi dan perizinan.

“Kalau dia (perusahaan-red) bergerak sendiri tentyunya susah, harus didorong dan dibantu oleh Pemerintah terutama masalah perizinan, regulasi dsb. Jadi Pemerintah harus bergerak baik ditingkat pusat maupun daerah,” Ujar Agung di Palembang, Selasa (23/4/2019).

Menurut Agung, Indonesia dengan letak geografisnya memiliki keuntungan untuk menggunakan sumber energi dari EBT seperti tenaga surya, angin, arus dan sekam padi. Terbitnya Perpres tentang Energi Baru Terbarukan dianggap salah satu bukti komitmen Pemerintah untuk mengembangkan energi non fosil.

“Makin lama kita akan mengurangi energi fosil. Saat ini kita sedang produksi bio fuel B20, untuk B30 sedang dalam tahap pengujian,  sebentar lagi B50 dan bahkan Pak Menko dan Presiden minta untuk diproduksi B100,” beber Agung.

Diakui Agung, penggunaan sumber energi alternatif ditengah kondisi cadangan migas yang semakin berkurang dianggap sebagai keniscayaan. Tidak hanya ramah lingkungan, penggunaan EBT juga diyakini lebih efisien dan mampu menekan biaya produksi energi secara signifikan.

Cost yang bisa ditekan untuk produksi energi bisa mencapai puluhan trilyun, bayangkan betapa besar m(manfaatnya-red) bagi Indonesia,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00