• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Indonesia Sampaikan Usulan Banding Putusan Pembebasan Murni Majikan Adelina Lisao

22 April
21:18 2019
2 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Indonesia melalui kementerian luar negeri (Kemenlu) RI, Senin (22/4/2019), mengajukan usulan untuk dilakukannya banding terhadap putusan Pengadilan Tinggi Penang, Malaysia, bagi S. Ambika yang merupakan majikan sekaligus terdakwa tunggal kasus kematian tenaga kerja wanita (TKW) asal NTT, Adelina Lisao.

Hal itu disampaikan oleh direktur perlindungan warga negara Indonesia dan badan hukum Indonesia kemenlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi RRI, Senin (22/4/2019).

Iqbal mengatakan pihaknya telah menyampaikan harapan agar dilakukan upaya banding atas putusan tersebut, langsung kepada jaksa penuntut umum (JPU).

Seperti diberitakan sebelumnya, kabar dibebaskannya S.Ambika, warga Malaysia, yang merupakan majikan dan terdakwa tunggal dalam kasus dugaan kematian tenaga kerja wanita (TKW) asal NTT, Adelina Lisao, 11 Februari 2018, secara murni oleh Pengadilan Tinggi Penang, Kamis (18/4/2019) membuat masyarakat dalam negeri terkejut.

Hal itu juga ditanggapi oleh pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (kemenlu) RI.

Direktur perlindungan warga negara Indonesia dan badan hukum Indonesia kemenlu RI, Lalu Muhammad Iqbal menyatakan, pemerintah Indonesia sangat terkejut dengan keputusan bebas murni terhadap majikan Adelina Lisao yang diputuskan Pengadilan Tinggi Pulau Penang.

Menurut Iqbal, sejauh catatan Pemerintah Indonesia, saksi dan bukti yang ada sangat kuat, namun hingga dijatuhkannya keputusan sejumlah saksi kunci belum dihadirkan dalam persidangan untuk didengarkan keterangannya. 

Iqbal menambahkan, pemerintah Indonesia menghormati sepenuhnya hukum Malaysia dan berharap proses penyelidikan terhadap putusan  tersebut,  sebagaimana disampaikan oleh Jaksa Agung  Malaysia, dapat segera membuahkan hasil.

Lebih jauh Iqbal menjelaskan sementara menunggu hasil penyelidikan terhadap kasus tersebut, konsulat jenderal RI (KJRI) Penang, telah menunjuk pengacara guna melalukan watching brief dalam persidangan-persidangan berikutnya. 

Iqbal menegaskan sejak dilaporkannya kasus ini pada Februari 2018, KJRI Penang telah melakukan berbagai upaya, selain mengupayakan hak gaji dan kompensasi, KJRI juga telah memfasilitasi pemulangan jenazah almarhumah hingga ke kampung halamannya. 

Iqbal memastikan bahwa kemenlu RI dan KJRI Penang akan terus mengawal proses hukum kasus ini, guna memastikan Adelina mendapatkan keadilan. (Foto:internet)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00