• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Jokowi Geser Fokus APBN 2020 ke Sektor Ekspor dan Investasi

22 April
11:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah akan mengupayakan penganggaran dan alokasi APBN Tahun 2020 dapat memberikan stimulus tidak hanya bagi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Tanah Air, namun juga untuk peningkatan ekspor dan investasi.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan dalam Rapat Terbatas di kantornya mengenai Ketersediaan Anggaran dan Pagu Indikatif Tahun 2020.

Rencana penganggaran untuk tahun anggaran 2019 sudah mulai dikerjakan oleh pemerintah. Presiden Joko Widodo memimpin jalannya Rapat Terbatas di kantornya pada Senin (22/4/2019) yang dihadiri sejumlah menteri, diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, serta sejumlah menteri terkait.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa pemerintah akan mengupayakan penganggaran dan alokasi APBN Tahun 2020 dapat memberikan stimulus tidak hanya bagi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Tanah Air, namun juga untuk peningkatan ekspor dan investasi. 

"APBN 2020 harus mampu memberikan stimulus bagi peningkatan ekspor dan investasi serta menjadi stimulus bagi pertumbuhan eko yang berkualitas merata dan berkeadilan,” ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga menekankan, bahwa rencana anggaran 2020 harus sesuai dengan prioritas pembangunan.

"Dan terkait penyusunan pagu indikatif 2020 perlu saya ingatkan pertama, utk kesinambungan pembangunan kita harus penguatan SDM dan perlindungan Sosial. Kedua rencana penganggaran 2020 harus detail sesuai dengan prioritas pembangunan yg utama harus bisa diukur hasilnya,” pungkas Jokowi.

Sebelumnya, pemerintahan kabinet kerja memasang pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2020 sekitar 5,3-5,5%. Hal itu sudah dibahas dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (JK).

"Pertumbuhan ekonomi kami usulkan dalam rapat 5,3-5,5%," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Bambang juga menyebutkan, bahwa pemerintah mengusulkan tingkat inflasi 2-4%. Angka ini masih bersifat usulan dan akan diputuskan kembali menjadi postur pada sidang kabinet paripurna selanjutnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00