• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Tentang SKPT Natuna, Ini Kata Menteri KKP

21 April
23:39 2019
0 Votes (0)

KBRN. Ranai : Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengatakan  memiliki program akan segera mengaktifkan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) yang telah dibangun di Natuna.

Nantinya setiap kapal yang membeli dan menangkap ikan diperairan Natuna harus melakukan lelang dipelabuhan SKPT, tidak lagi ditengah lauyt. Dengan demikian akan membangun perekonomian di daerah ini.

"Saya ingin menghidupkan SKPT, setiap kapal yang menangkap ikan di Natuna harus lelang di Pelabuhan SKPT, supaya Pemda dapat PAD dan perekonomian masyarakat berjalan," kata Menteri Susi saat berbincang dengan RRI di sela-sela aktivitasnya bermain  Paddle Boat di Ranai, Minggu (21/4/2019).

SKPT di Selat Lampa yang mulai dibangun sejak 2016, saat ini telah selesai secara keseluruhan. Berbagai fasilitas yang dibutuhkan sebagai sebuah pelabuhan perikanan juga telah dilengkapi, termasuk SPBU untuk pengisian ulang BBM kapal Motor.

SKPT itu dikelola langsung oleh Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Saat ini Perindo membeli ikan-ikan dari nelayan yang dibawa ke SKPT, sekaligus menyalurkannya ke daerah lauin atau untuk keperluan ekspor. 

Perindo juga menyediakan es batu bagi nelayan yang membutuhkan untuk menjaga kesegaran ikan. Besarnya Sumber Daya Perikanan di laut Natuna tidak terlepas dari peran masyarakat nelayan setempat yang selalu menjaga kelestarian habitat ikan.

Sementara itu, untuk tetap menjaga kelestarian ikan di perairan Natuna Menteri Susi juga minta kepada nelayan setempat agar tidak menggunakan cara-cara yang salah dalam menangkap ikan, seperti menggunakan Potasium.

"Sudah banyak karang di Natuna yang rusak dan porak-poranda karena aktivitas nelayan dengan bom atau potasium," tutupnya.

  • Tentang Penulis

    Jaliah winarti

    Bekerja dengan niat ibadah karena Allah,insya Allah,tiada yang menjadi beban

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00