• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Serba Serbi Pemilu

Diduga Kelelahan, Pengawas TPS di Kota Tasikmalaya Meninggal Dunia

20 April
21:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tasikmalaya : Setelah sebelumnya akibat kelelahan, dua petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggal dunia.

Kali ini, salah satu pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya meninggal dunia.

Rian Hermawan (26), meninggal dunia diduga akibat kelelahan setelah menjalankan tugas sebagai pengawas TPS 01.

Nia kakak Rian mengungkapkan, adiknya mengalami gangguan kesehatan setelah melaksanakan tugas sebagai pengawas. Awalnya jelas Nia, adiknya mengeluhkan meriang dan merasa tidak enak badan.

"Kemarin malam meriang dan minta dibelikan obat masuk angin. Tadi pagi dia bilang mulai enakan, bahkan beraktifitas di rumah," kata Nia kepada Radio Republik Indonesia RRI, Sabtu (20/4/2019).

Namun lanjut Nia, sekitar Pukul 14.00 wib, adik laki- lakinya ini meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan medis.

"Sebelum meninggal, tadi pagi keluarga mau bawa dia ke Puskesmas. Tapi tidak mau," ujarnya.

Sementara itu Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin menjelaskan, tugas pengawas sangat berat. Pengawas harus mengawasi seluruh tahapan hingga selesai.

"Tugasnya berat, mulai hari tenang sampai tahapan penghitungan suara. Sedangkan penghitungan suara Pemilu kali ini berlangsung lama," ucapnya.

Bawaslu sendiri lanjut Ijang, segera mengevaluasi apa yang terjadi pada Pengawasnya ini, apakah sebelumnya memang sakit atau, memang akibat kelelahan.

"Dalam proses seleksi, calon pengawas harus memiliki catatan kesehatan yang baik. Tapi jika melihat di daerah lain, hal ini pun terjadi, dimana tugas yang berat menjadi penyebab sejumlah petugas gugur," imbuhnya.

Almarhum sendiri papar Ijang, merupakan sosok pengawas yang bertanggung jawab atas apa yang menjadi tugasnya.

"Ini kali kedua yang bersangkutan menjadi pengawas. Beliau orang yang bertanggung jawab. Kami turut berduka atas apa yang menimpa keluarga kami. Mudah- mudahan ini juga menjadi bahan evaluasi pemegang kebijakan, akan sistem yang ada," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00