• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

KPI Minta Lembaga Penyiaran Awasi isi Siaran Terkait Quick Count Pemilu

19 April
19:17 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta:  Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) Nining Rodiyah meminta media dan lembaga penyiaran tidak hanya berfokus pada hasil hitung cepat atau quick count pemilu yang dilakukan sejumlah lembaga survei tetapi menunggu hasil real count resmi dari KPU.

“Sejak diketahui hasil hasil quick count berbagai lembaga survei menjadi berita utama di berbagai media yang ditayangkan secara berulang-ulang,  padahal, KPI menilai ada proses lain yang juga penting dan sudah selayaknya mendapat tempat untuk juga dijadikan sebagai berita utama,  Proses itu adalah penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau real count yang saat ini menjadi patokan resmi,” ucap Nining Rodiyah saat dihubungi Pro 3 RRI pada, Jumat (19/4/2019).

Selain itu, lembaga penyiaran juga diminta menyajikan pemberitaan yang menyejukkan.

Media penyiaran sebagai lembaga penyampai fakta, diharapkan juga memberitakan proses real count KPU dan penghitungan suara di tingkat legislatif ke dalam daftar berita utama mereka.

Ini penting untuk dilakukan agar suara masyarakat yang sesungguhnya dapat terkawal dengan baik. Peristiwa yang terjadi dua hari ini, menurut  Nining, lembaga penyiaran terlalu berfokus pada penayangan hasil hitung cepat berbagai lembaga.

Ini menyebabkan masyarakat kehilangan kesempatan mendapat informasi tentang proses penghitungan suara yang sedang berlangsung di KPU.

Selain itu, ia berharap lembaga penyiaran yang merupakan kontrol sosial supaya tetap meliput seluruh proses penghitungan suara pemilu yang dihitung secara berjenjang dimulai dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS), sampai penghitungan tingkat nasional.

"Sehingga masyarakat mendapatkan informasi kepemiluan yang valid dan akurat dari penyelenggaraan pemilu," paparnya.

Ia menyebutkan, lembaga penyiaran menyajikan pemberitaan yang menyejukkan dan mampu merekatkan kembali ikatan sosial di masyarakat yang sempat renggang.

"KPI berharap melalui penyiaran, televisi dan radio dapat menghadirkan konten siaran yang mampu membangun persaudaraan, serta memulihkan masyarakat dari perseteruan," pungkasnya.

Dengan demikian, ia menambahkan, momentum demokrasi yang dialami Indonesia setiap lima tahun tersebut dapat berlangsung tanpa ada gesekan sosial  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00