• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Bawaslu Bangkalan Rekomendasi PSU dan Hitung Ulang di Sejumlah TPS

19 April
06:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bangkalan: Proses pemungutan suara di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, masih menyisakan persoalan. 

Bawaslu setempat meminta KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Penghitungan Ulang di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Ketua Bawaslu Bangkalan Ahmad Mustain Saleh mengatakan, rekomendasi PSU dan hitung ulang diambil Bawaslu setelah melakukan kajian dan rapat pleno.

Untuk lokasi PSU di TPS 15 Desa Banyuning Laok Kecamatan Geger dan PSU terpaksa diambil setelah Pengawas TPS menemukan ada pemilih tidak tercantum dalam DPT menggunakan surat suara di TPS tersebut.

“Bawaslu Bangkalan dan Panwascam Geger langsung turun ke lokasi saat ada laporan dari PTPS bahwa surat suara habis. Padahal masih banyak pemilih dalam DPT yang belum memberikan hak suaranya,” ungkapnya, Jum’at (19/4/2019).

Ia menambahkan, setelah melakukan kajian ditemukan beberapa nama yang tidak ada dalam DPT, DPTb dan DPK namun ada dalam formulir C7. Juga ditemukan ada kesalahan prosedur pemungutan suara yang terjadi di TPS tersebut.

“Putusannya final, PSU di TPS 15 Banyuning Laok. rekomendasi sudah di KPU dan kami harap jajarannya segera melaksanakan rekomendasi PSU ini,”  ujarnya.

 Temuan lainnya menurut Mustain, ada perbedaan jumlah hasil suara sah dan tidak sah dengan jumlah pengguna hak pilih. Kejadian tersebut terjadi di TPS 002 desa Jukong Kecamatan Labang.

“Kami minta PPK Labang nanti menghitung ulang kotak suara DPR RI, DPRD Jatim dan DPRD Kabupaten di TPS 002 Jukong,” kata Mustain..

Ia menambahkan, Bawaslu Bangkalan juga mengeluarkan rekomendasi hitung ulang di TPS 008 Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, proses penghitungan suara disinyalir tertutup yang di perkuat hasil pengawasan PTPS yang memastikan ada halangan untuk bisa melakukan pengawasan secara jelas saat penghitungan suara.

“Sementara itu yang kami rekomendasikan. Beberapa laporan dan informasi dugaan pelanggaran lainnya sedang kami dalami,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00