• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kolom Bicara

Menyikapi Proses dan Hasil Pemilu 2019

18 April
07:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Kemarin kita menyelenggarakan satu event besar peristiwa demokrasi yang itu dikerjakan sebagai hajat bangsa Indonesia yakni menyelenggarakan pemilihan umum memilih presiden, wakil presiden, legislatif, DPD yang itu bagian dari agenda nasional. Pelaksanaan juga selesai sekarang adalah proses penghitungan sambil menunggu ketetapan KPU berdasarkan proses dan aturan yang ada selama ini muncul sejumlah perbincangan terkait dengan adanya quick count yang disitu menggambarkan perolehan sementara dari hasil Pilpres maupun Pileg. 

Pilpres yang telah digelar telah memunculkan peta perolehan suara di mana sebagian besar menggambarkan bobot kemenangan pada capres nomor urut 1 yakni Jokowi-Ma'ruf dan juga sebaran kemenangan beberapa partai yaitu digambarkan oleh hasil quick count. Tentu ini hanya sementara karena keputusan resmi dari hasil jelas menunggu dari KPU, apapun hasilnya kelas sesuai dengan keputusan final oleh KPU tentu sudah melalui proses yang panjang dan tentu pula melahirkan perdebatan-perdebatan yang erat kaitannya soal bagaimana sudut pandang satu sama lain kita harus hormati itu semua. 

Namun yang menarik dari proses sejauh ini adalah pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 secara umum relatif berlangsung damai berjalan tertib sekalipun di sana sini ada beberapa kasus misalnya kekurangan surat suara keterlambatan di dalam proses distribusi dan seterusnya namun catatan secara umum kita katakan bahwa Pemilu 2019 ini telah memberi gambaran positif potret partisipasi yang kemungkinan dapat dikatakan semakin meningkat dibandingkan Pemilu sebelumnya. Hikmah yang penting sebetulnya adalah bahwa hajatan sebagai eksperimen politik pertama karena Pemilu kali ini dilakukan secara serentak dan bangsa Indonesia baru melaksanakan kali ini dilakukan secara serentak, ini pekerjaan yang besar. 

Pekerjaan yang membutuhkan energi pikiran tenaga materi dan seterusnya sebagai agenda nasional masing-masing komponen masing-masing pihak telah bekerja keras sehingga praktis kita bisa katakan kalau Pemilu kemarin berjalan dengan baik dan lancar. Sambil menunggu proses penghitungan dan kemudian penetapan hasil tentu berbagai diskusi, perbincangan di publik juga tarik ulur mengenai perdebatan soal quick count maupun evaluasi dan seterusnya. Itu hal yang biasa.

Sikap kedewasaan satu sama lain dibutuhkan, seruan para pimpinan partai maupun capres dan juga tokoh-tokoh itu dibutuhkan yang erat kaitanya menjaga suasana agar tetap kondusif. Bagaimanapun juga kita sudah terampil kita sudah terbiasa menyelenggarakan pemilu dan keterbiasaan itulah telah menjadi pelajaran penting buat kita bahwa kita mampu menyelenggarakan event besar yang disebut dengan pesta demokrasi. 
 ‎
Tentu sebelumnya kita sempat galau mengenai kecenderungan ketegangan selama kampanye, tarik-ulur isu diwarnai dengan hoax, hate speech dan seterusnya. Praktis ini sempat membayangi proses-proses yang ada dalam hal inilah tentu kita tahu persis tercipta masyarakat juga makin dewasa ternyata masyarakat makin cerdas tidak terjebak provokasi-provokasi yang menciptakan ketegangan ini juga tantangan buat elit politik agar menyerukan transformasi damai untuk mendorong agar politik Pemilu itu betul-betul dijaga.

Pasca Pemilu juga harus juga makin mencair untuk menciptakan rekonsiliasi tidak membawa lagi suasana ketegangan Pemilu pasca pemilu hal ini penting karena energi yang kita butuhkan adalah energi kolektif membangun bangsa. Siapa pun nanti yang ditugaskan sebagai pemenang harus dihormati karena kredibilitas KPU memiliki legitimasi yang cukup kuat. (Sosiolog Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Dr. Arie Sudjito)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00