• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

BPJS Kesehatan Bukitinggi Bayarkan Dana Rp199 Miliar ke Rumah Sakit

16 April
22:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Untuk membayar klaim Rumah Sakit, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kucurkan dana RP11 triliun, dan juga membayarkan Rp1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Seperti halnya BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi kata Yessy Rahimi, menurutnya, setiap tanggal 15 setiap bulannya, merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Setiap tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan susah jatuh tempo, akan dibayarkan BPJS kesehatan dengan mekanisme first in first out.

Urutan pembayarannya sebut Yessy Rahimi yang merupakan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, disesuaikan dengan catatan, dan Rumah sakit yang terlebih dulu mengajukan berkas dengan lengkap, dan transaksi pembayaran klaimnya akan di proses terlebih dulu.

“Khusus untuk wilayah kerja kantor cabang Bukittinggi, yang mencakup kota Bukittinggi, Agam, Pasaman, Pasaman Barat dan Padang Panjang, terdapat 130 FKTP dan 15 rumah sakit. Dari jumlah itu, telah dibayar dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan, sebesar, Rp 199.219.456.599,-,” jelasnya, Selasa (16/4/2019).

Yessy Rahimi menambahkan, jumlah itu merupakan tagihan sejak Januari hingga April 2019. Dimana dari jumlah itu, telah dibayarkan kapitasi Puskesmas di wilayah kerja Bukittinggi Rp 23,6 miliar, non kapitasi, Rp 4,5 miliar dan untuk Rumah Sakit sebesar Rp 171 miliar.

“Kami dari BPJS kesehatan, tidak ada menunggak ke rumah sakit sampai dua bulan, seperti wacana yang berkembang saat ini. Bahkan, pada tahun 2018 lalu, kami mengalami defisit, karena iuran yang kami terima hanya berkisar Rp 180 milyar lebih, sedangkan tagihan di setiap faskes mencapai Rp 500 milyar lebih," ungkapnya.

Sementara itu sambung Yessy Rahimi, sebanyak 85% penduduk Bukittinggi telah terdaftar sebagai peserta JKN KIS, Padang Panjang sebanyak 99%, Agam 82%, Pasaman 95,6% dan Pasaman Barat 75,37%. Namun pada umumnya, 50% dari seluruh peserta JKN-KIS masih menunggak.

"Untuk itu, kami berharap kepada seluruh peserta JKN-KIS untuk dapat segera melunasi seluruh tunggakan, agar proses administrasi BPJS Kesehatan dapat berjalan lancar," tukasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00