• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

DAK Pendidikan, Bupati Kubu Raya Minta Sekolah Perbarui Dapodik

16 April
19:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kubu Raya : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) terus berupaya melakukan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk sektor pendidikan bisa terlaksana dengan baik pada tahun 2019 ini.

Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) H. Muda Mahendrawan, SH meminta Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di daerah ini untuk terus memutakhirkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hal itu diingatkannya terkait program DAK Fisik Bidang Pendidikan yang pengalokasiannya berbasiskan pada Dapodik, sementara sejumlah sekolah di Kubu Raya tidak mendapatkan DAK karena dapodik yang tidak dimutakhirkan. 

“Kegiatan DAK Fisik Bidang Pendidikan setiap tahun dilakukan dengan basis data yang diambil dari data Dapodik yang ada di Kubu Raya. Karena itu kita berharap ke depan semua sekolah sama-sama memutakhirkan datanya agar tidak ketinggalan,” ungkap Bupati Kubu Raya H.Muda Mahendrawan, SH saat membuka Sosialisasi DAk Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2019 di Hotel Dangau Kubu Raya, Selasa (16/04/2019).

Bupati Muda mengatakan pemutakhiran Dapodik mutlak harus dilakukan agar ada perluasan dan persebaran alokasi DAK bagi sekolah-sekolah di Kubu Raya. Terkait DAK tersebut, ia menilai yang terpenting adalah fokus pada upaya memperbaiki basis data yang ada di Kabupaten Kubu Raya dan bukan sekadar fokus pada nilainya.  

“Nah, diharapkan dari seluruh sekolah bisa kita dorong untuk updating data agar nanti bisa diupayakan perluasan daripada sebaran alokasi untuk sekolah. Mudah-mudahan tahun ini kita sudah bisa laksanakan dengan lebih efektif,” harapnya. 

Muda menambahkan pengerjaan fisik juga harus didorong untuk segera dilakukan. Hal itu menurut dia penting karena akan memudahkan dalam evaluasi kegiatan sekaligus menjadi basis data yang mutakhir. 

“Nah, kalau memang pelaksanaannya cepat memang kita juga lebih mudah untuk mengevaluasi kegiatan dan sekaligus untuk menjadikan basis data yang update. Jadi terpentingnya adalah kita tidak usah fokus pada soal nilai, tapi bagaimana dalam kegiatan ini diharapkan kita bisa memperbaiki basis data yang ada di Kubu Raya,” tuturnya. 

Bupati Muda juga berharap, Kepala Sekolah dan Guru tetap fokus pada peningkatan kualitas keterampilan atau peningkatan kualitas murid, kurikulumnya, Muatan Lokalnya dan juga eskulnya dan hal ini jangan sampai diabaikan dan ditingkatkan.

"Harapan saya agar anak-anak kita, tetap dalam potret yang bisa membanggakan bagi sekolah masing-masing dan juga bagi kita semua di Kubu Raya. Nah, makanya saya sampai memprogramkan seragam gratis itu untuk mendukung langkah-langkah peningkatan kualitas di Sekolah masing-masing", imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Frans Randus mengungkapkan pelaksanaan tahap satu DAK Fisik Pendidikan berlangsung pada Juli mendatang. Karena itu pihaknya melakukan persiapan sejak jauh hari. Ia menjelaskan saat ini ada perubahan regulasi di mana pekerjaan berlangsung dalam tiga tahap yang tiap tahapnya hanya bisa dilaksanakan jika tahap sebelumnya telah selesai dikerjakan. 

“Berbeda dengan DAK dua tahun lalu yang pekerjaan fisik bisa dikerjakan sampai akhir tahun dan pencairan hingga akhir tahun pun boleh. Kalau sekarang sesuai dengan skedul waktu. Kalau kita terlambat, maka tahap berikutnya itu tidak bisa dicairkan,” jelasnya.

Frans menjelaskan total anggaran DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun 2019 mencapai hampir Rp 50 miliar. Rinciannya adalah Rp 38 milar lebih untuk DAK Fisik SD, Rp 10 milar lebih untuk DAK Fisik SMP, dan hampir Rp 500 juta untuk DAK Fisik SKB. Jumlah tersebut digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang kelas, rumah dinas guru, pembangunan jamban sekolah, pembangunan laboratorium IPA, pembangunan perpustakaan, dan rehabilitasi ruang SKB.

“Total anggaran untuk DAK Kubu Raya pada tahun 2019 ini sebesar Rp.49.801.744.000,” pungkasnya.

  • Tentang Penulis

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00