• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

16 April
17:22 2019
0 Votes (0)

KBRN,Bandung; BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh  tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Di luar itu BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

"Sampai hari ini , tagihan rumah sakit yang Iolos verifikasi dan sudah tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan Rumah sakit yang dulu mengajukan berkas secara tentu transaksi pembayaran akan diproses terlebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan in dap at terwujud Karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," ujar Kepala Bidang SDM, dan Publik BPJS Kesehatan Cabang Bandung Sindy Agustin, Selasa (16/04/2019).

Selain itu menurut Sindy, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk Oleh Karena ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah saki dibayarkan BPJS Kesehatan haru berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakuak setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukab paling lambat hari ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan seluruh Kantor cabang, sehingga masing-masing Kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucap Sindy.

Sindy jugs mengatakan, dengan hu ang jato tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan fasilitas kesehatan jugs bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang
regular. Dengan demikian Sindy berharap RS dapat kian optimal memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regular yang ditetapkan pemerintah.  Diharapkan masyarakat ser akin yakin bahwa program in akan torus berlangsung, rum ah saki menjadi tenang
dan tenaga kesehatan merissa nyaman,"beber Sindy.

Lebih lanjut Sindy menambahkan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, Ialu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

"Ke depannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan torus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia Iayanan (provider) sekaligus mohon maaf Serta apresiasi atas kerja same, pengertian dan kesabarannya selama ini ," imbuh Sindy.

Sebagai informasi, khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Bandung terdapat 455 FKTP (termasuk bidan jejaring) dan 40 FKRTL yang dibayarkan dana kapitasi dan tagihan oleh BPJS Kesehatan setempat. Adapun total pembayaran yang KC Bandung adalah sebesar 444.415.082.865,00 sampai dengan 16 April 2019.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00