• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Bawaslu Bima Ajak masyarakat Jadi Pengawas Partisipatif

16 April
10:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kota Bima : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, memastikan pada masa tenang hari ketiga ini, Alat Peraga Kampanye (APK), bersih di Kota Bima. Bawaslu bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bima, mulai membersihkan APK Pemilu 2019, disepanjang jalan protokol Kota berjuluk Tepian Air tersebut.

Ketua Bawaslu Kota Bima, Muhaemin mengatakan, Pembersihan itu dilakukan setelah Bawaslu mengeluarkan surat permintaan kepada peserta pemilu untuk membersihkannya sendiri.

“Kita sudah bersurat ke Peserta Pemilu, namun sebagian menurunkan sendiri sebagian lagi membiarkannya. Rata-rata yang diturunkan itu Baliho, sementara poster-poster yang ditempel di pohon, tidak,” katanya, Selasa (16/4/2019).

Muhaemin menambahkan, pembersihan APK ini dilakukan dalam dua tahap yakni hari kedua masa tenang dan hari ketiga masa tenang. Selain bersama Sat Pol PP, pembersihan itu juga dikawal aparat Kepolisian dan TNI.

Muhaemin meminta seluruh elemen masyarakat untuk turut melakukan pengawasan partisipatif, demi lancarnya proses demokrasi tahun ini. Pengawasan diintensifkan kepada kecurangan pemilu seperti kampanye terselubung di masa tenang dan praktek money politik. 

“Warga yang mengetahui secara jelas terkait dengan kampanye terselubung bisa melaporkan ke Bawaslu melalui Panwascam. Namun untuk pelanggaran money politik selain ke Bawaslu laporan juga bisa disampaikan ke Kepolisian Resor Bima Kota,” tambahnya.

Tidak hanya di Kota Bima, Bawaslu Kabupaten Dompu, juga melakukan pembersihan APK di hari kedua masa tenang. Meski pembersihan itu menjadi domain Pemerintah Kabupaten Dompu, namun juga menjadi tanggung jawab Bawaslu. Bawaslu Kabupaten Dompu, melakukan serentak dengan menggerakkan Panwascam se Kabupaten Dompu.

Di kabupaten Bima, selain melakukan pembersihan APK, juga membuka Posko pengaduan Money Politik dan pemaksaan pilihan. Komisioner Bawaslu kabupaten Bima, Joenaidin mengatakan, posko itu dilakukan disetiap panwascam se Kabupaten Bima. 

“Jika warga mendapat intimidasi pemaksaan untuk memilih salah satu Partai Politik atau Calon, silahkan dilaporkan kepada kami, termasuk adanya money politik,” katanya.

Bawaslu akan lebih mengintensifkan pengawasan menjelang pencoblosan, sebab apa yang disebut “Serangan Fajar” itu, biasanya dilakukan malam menjelang hari H Pemungutan suara.

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI / KBRN wilayah Bima, Dompu dan Kota Bima, NTB.// WA:0813-5362-5075// email:mujtahidin@rri.co.id.// didin74dompu@gmail.com// twitter//: @didin_rri// Telegram : @didin_rri_Mataram.//

  • Tentang Editor

    Syarif Hasan Salampessy

    Redaktur Puspem LPP RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00