• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Ini Tanggapan KPU RI Soal Dugaan 17,5 Juta Data Pemilih Bermasalah

15 April
19:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Menanggapi adanya dugaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilihan Umum 2019, hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, menggelar konferensi pers terkait penyelesaian KPU terhadap adanya laporan terkait dugaan 17,5 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah.

Dalam penmaparannya, Komisioner KPU RI, Viryan Aziz mengatakan, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan TKN 01 dan BPN 02, serta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada 14 April 2019 silam.

Dalam pertemuan tersebut Viryan mengatakan adanya dugaan 17,5 juta pemilih yang diduga bermasalah tersebut adalah, pemilih yang memiliki tanggal dan bulan lahir yang bermasalah, merupakan bagian dari DPThp-2 pemilu 2019.

"Data pemilih 17,5 juta (17.553.299) adalah jumlah pemilih yang memiliki tanggal dan bulan lahir 1 Januari, 1 Juli dan 31 Desember yang menjadi bagian Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP-2) Pemilu 2019 yang diduga bermasalah," ungkap Viryan Aziz di ruang media Center, KPU RI, Jakarta (15/04/2019).

Lebih lanjut, Komisioner KPU RI, Viryan juga mengungkapkan adanya dugaan DPT 17,5 juta bermasalah, saat ini KPU telah menyelesaikan dugaan tersebut dengan melakukan beberapa hal.

Viryan menjelaskan, bahwa dalam koordinasi antara KPU dan Direktorat Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), terdapat beberapa perbedaan dalam pencatatan administrasi kependudukan awal tahun 1970-an dan saat menggunakan Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMDUK) sebelum tahun 2004, semua penduduk yang lupa atau tidak tahu tanggal lahirnya, ditulis 31 Desember.

"Sejak berlakunya Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tahun 2004, penduduk yang lupa atau tidak ingat tanggal lahirnya ditulis 1 Juli. Verifikasi faktual oleh KPU kabupaten/kota terhadap tiga kelompok data tersebut secara acak dan sederhana," ungkapnya lagi.

Adapun hasil verifikasi faktual dari total sampel yang telah dilakukan KPU, Viryan merincikan yakni 1.604 pemilih, dari 1.604 pemilih tersebut, sebanyak 1.405 (87,59%) pemilih keberadaannya telah terkonfirmasi dan memiliki data yang benar, dan sebanyak 105 (6,55%) terkonfirmasi dan diperbaiki, dan data 74 (4,61%) terkonfirmasi ada dan data kependudukan belum dicetak atau hilang, sementara untuk sampel 16 pemilih (1%) ada dan data tidak memenuhi syarat, dan 4 sampel pemilih lainnya (0,25%) tidak ada dan data tidak memenuhi syarat.

Berdasarkan rincian tersebut, Viryan menyampaikan bahwa, dari data sampel tersebut, hanya 20 sampel (1,25%) pemilih yang tidak ada orangnya atau telah dicoret.

"Temuan lapangan menguatkan hal tersebut dari 1.604 sampel, 1.584 (98,75 persen) terverifikasi faktual ada orangnya. Sebanyak 20 sampel (1,25 persen) tidak ada orangnya atau telah dicoret," tutup Viryan Aziz, Komisioner KPU RI.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00