• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kementerian Pertanian Garap Potensi Ekspor Kopi Wamena

15 April
14:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jayapura : Kementerian Pertanian RI melalui Badan Karantina Pertanian mendorong pertumbuhan ekonomi pertanian di Papua lewat akselerasi ekspor produk pertanian, khususnya kopi asal Wamena.

Diketahui, nilai ekspor produk non migas bidang pertanian dari Jayapura pada tahun 2018 mencapai Rp. 35,6 M, sedangkan hingga Maret 2019 ekspor sudah mencapai 29,1% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 10,3 M.

 "Dengan upaya yang ada, bersama pemerintah Papua, kami yakin target ekspor bisa dua kali lipat dari tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil saat melalukan diskusi bersama Gubernur Papua di Gedung Negara, Jayapura (15/4/2019).

Menurut Jamil, kopi Wamena, Kabupaten Jayawijaya memiliki citarasa yang khas. Dengan luas lahan pertanian kopi di Jayawijaya yang mencapai 1.910 ha yang tersebar di 24 Distrik seperti di Walesi, Kurulu, Hubertus dan Pyramid.

"Dengan produktifitas kopi wamena berada pada kisaran 600-650 kg/ha dan produksi kopi pada tahun 2017 sebanyak 125,8 ton. Kopi wamena layak untuk didorong menjadi komoditas ekspor. Ini sangat bagus, apa lagi kalau sudah diolah menjadi kemasan siap minum, sangat potensial," tuturnya.

Lanjutnya, lewat program Agro Gemilang (Ayo Galakan Ekspor Produk Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa) dari Kementan, yaitu berupa program bimbingan, terutama pada calon eksportir baru, diyakini produk pertanian asli Papua akan laris manis di pasaran mancanegara. J

"Upaya mendorong ekspor tersebut adalah agar para petani bisa mendapatkan nilai tambah yang optimal, sehingga bisa menambah kesejahteraan petani dan membuka lapangan kerja baru di bidang pertanian," tambahnya.

Dikatakan, bimbingan teknis Agro Gemilang yang dilakukan Badan Karantina Pertanian yaitu berupa pelatihan pada calon eksportir agar komoditas pertaniannya dapat diterima negara tujuan. Yaitu memenuhi persyaratan SPS (sanitary and phytosanitary) sesuai yg diminta atau dipersyaratkan negara tujuan.

Dalam kesempatan yang sama, Jamil juga memberikan secara simbolis akses I-MACE ( Indonesia Map of Agricultural Commodities Exports) pada pemerintah Provinsi Papua.

Aplikasi tersebut berisi tentang perkembangan data eksport berbagai komoditas pertanian dari daerah terkait dan dimaksudkan agar pemerintah provinsi dapat membaca dan mengoptimalkan potensi pertanian yang ada di idaerahnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00