• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

FSKN Berharap Presiden Mendatang Lebih Peduli Nasib Kerajaan Nusantara

14 April
22:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta: Forum Silaturahmi Kerajaan Nusantara (FSKN) menaruh harapan lebih pada pemilihan presiden kali ini. Karena akan berdampak pada pelestarian kebudayaan yang ada di Indonesia.

FSKN berharap Presiden Pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 memberi perhatian khusus kepada kerajaan-kerajaan di Indonesia. Ketua FSKN, Datuk Adil Fredy Haberham mengingatkan Indonesia didirikan atas dukungan seluruh kerajaan yang ada.

“Dahulu kami-kami inilah yang dengan suka rela menyerahkan mandat kekuasaan kepada Pemerintah Indonesia waktu itu,” kata sesepuh Empat Suku Kesultanan Deli pada saat kegiatan di salah satu hotel di Solo, Minggu (14/4/2019).

Secara kelembagaan, Datuk menekankan pentingnya menekankan pentingnya netralitas bagi seluruh kerajaan di Indonesia. Hal ini didasarkan pada wajibnya kerajaan mengayomi semua golongan. “Yang pertama dan terutama, raja, sultan, sunan, pelingsir, maupun pemuka adat lainnya harus berada di atas semua golongan. Tidak boleh memihak satu dan lainnya,” kata Ketua Umum FSKN, Datuk Adil Fredy Haberham.

Kendati demikian, tak dimungkiri masing-masing raja secara pribadi tetap memiliki hak politik sebagai warga negara. Namun ia mengimbau agar raja-raja tersebut tidak mengatasnamakan dukungan tersebut kepada kerajaan mereka.

Senada, Sekretaris Jendral (Sekjen) FSKN, RA Yani WSS Kuswodidjojo mengatakan Pemerintah harus memberi perhatian lebih kepada kerajaan-kerajaan yang ada. Khususnya dalam hal pelestarian adat dan budaya yang semakin sulit dengan cepatnya arus globalisasi.

“Paling tidak dia akan memikirkan nasib kerajaan-kerajaan ini. Mempertahankan ini tidak gampang. Dan harus diingat, keraton adalah sumber ilmu bagi nusantara ini,” kata Pengageng Kesultanan Sumenep itu.

Sementara itu, Dewan Pakar FSKN, KP Eddy Wirabhumi mengapresiasi upaya pemerintah yang telah menjalin komunikasi dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Kendati demikian, ia berharap komunikasi tersebut tidak berhenti di tataran wacana saja.

“Kami berharap tidak berhenti di tingkat komunikasi. Tapi masuk pada program nyata kegiatan pelestarian tradisi budaya seluruh nusantara. Kami tentu ingin jalinan komunikasi antara pemerintah dengan kerajaan itu selangkah lebih dekat menuju program nyata,” ungkapnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00