• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

Atlet Putri Disabilitas Asal Buleleng Raih Emas di Kejuaraan Dunia

14 April
10:19 2019
3 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Kadek Firma Kharisma Yanti kelahiran Banyuning, Buleleng, 22 Maret 2003, merupakan salah satu atlet putri Bali yang mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang kejuaraan olahraga dunia.

Kadek Firma Kharisma Yanti yang akrab dipanggil Firma merupakan atlet putri disabilitas. Firma mengalami dua hambatan, tuna grahita dan tuna rungu wicara. Dalam ajang Special Olympic World 2019 yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 14 hingga 21 Maret lalu, Firma turun dalam 3 nomor atletik yakni nomor lari 100 meter putri, lompat tinggi putri dan lari estafet.

Firma mampu menyumbangkan satu medali emas nomor lari 100 meter dan satu perak pada nomor lompat tinggi. Sedangkan pada nomor lari estafet, Firma dan kawan-kawannya hanya mampu berada pada peringkat kelima.

Putri kedua pasangan Ketut Ariasa dan Luh Ratna Dewi ini merupakan siswa kelas 3 SMP di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Buleleng. Pelatih olahraga SLB Negeri 2 Buleleng, Kadek Yudi Putra Atmaja, Minggu (14/4/2019) mengatakan, bakat olahraga Firma telah terlihat sejak Ia baru duduk di kelas 1 sekolah dasar. Firma mulai turun dalam setiap kejuaraan, saat duduk di kelas 4 SD.

“Kira-kira itu dari kelas 1 SD ya baru sekolah disini, kita latih, kita lihat ada potensi dalam dirinya. Kemudian motoriknya juga mumpuni, jadi ada peluang untuk kita turunkan dia di event, terus kita latih. Kemudian dari kelas 4 SD kita sudah turunkan di O2SN tingkat Provinsi Bali. Waktu itu Ia juara satu di tingkat provinsi,” ungkap pelatih Yudi Putra.

Prestasinya terus meningkat dan akhirnya Ia terpilih untuk mewakili Bali hingga internasional dalam cabang olah raga atletik dan mampu mengharumkan nama Bali dan Indonesia.

“Kami dari tim pelatih memfokuskan saat persiapan ke tingkat nasional kemudian sampai ke tingkat internasional, kami membuat program latihan yang sesuai dengan kemampuan dia. Kami ambil pagi dan sore, kami minta dispensasi dari sekolah untuk melatih fisik maupun teknik mental untuk persiapan menuju pelatnas dulu selama satu bulan disana kemudian untuk ke tingkat internasional,” imbuhnya.

Pihak sekolah kini akan terus melakukan pembinaan kepada Firma, mengingat usianya yang baru 16 tahun, masih banyak prestasi yang bisa dia raih, baik dalam kancah nasional maupun internasional. Firma merupakan salah satu anak yang mengalami hambatan tuna grahita dan tuna rungu wicara, namun mampu berbicara hingga tingkat internasional.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00