• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Lewat Dua Inovasinya, Kompor UPI Bertekad Membantu Penyandang Disabilitas Tunanetra

13 April
00:57 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bandung : Komunitas Mahasiwa Penggemar Otomasi dan Robotika Universitas Pendidikan Indonesia (KOMPOR UPI) melakukan gebrakan dengan membuat inovasi yang dapat membantu para penyandang disabiltas, ada dua alat yang diciptakan Kompor UPI yakni dispenser berbicara dan alat timbang berbicara.

Ketua Kompor UPI Bahha Hamzah menerangkan,  ide tersebut muncul berawal dari keprihatinan mereka terhadap penyandang disabiltas terutama tunanetra dalam hal mengukur, maka dari mereka berdiskusi hingga muncul lah ide tersebut.

“Inovasi ini kami ciptakan setelah kami melakukan observasi di SLB Negeri A Kota Bandung dan berdiskusi dengan para guru. Dari hasil itu, kami memutuskan membuat dispenser dan timbangan berbicara karena penyandang disabilitas tunanetra punya kekurangan dalam hal mengukur atau menakar,” terang Bahha kepada awak media di gedung UC, UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Jumat (12/4/2019).

Selain itu menurut Bahha, Kompor UPI mempunyai misi untuk mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat dengan teknologi saat melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sehingga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh orang yang membutuhkan.

“Tekad kami yang namanya pengabdian merupakan prestasi yang bisa di bawa sampai akhir hayat sangat menyenangkan bagi kami,” tuturnya.

Untuk biaya produksi, dikatakan Bahha, satu buah dispenser berbicara membutuhkan biaya  sekitar Rp700 ribu dan untuk timbangan berbicara sekitar Rp300 ribu. Sebelum melakukan produksi, pihaknya pun melakukan riset dan ujicoba selama kurang lebih satu bulan setengah.

”Untuk timbangan berbicara, murni merupakan inovasi kami mulai dari bentuk hingga desain. Sedangkan untuk dispenser berbicara merupakan pengembangan dari produk yang sudah ada,” Jelasnya.

Bahha pun mengungkapkan, dua inovasi Kompor UPI tersebut akan dibagikan secara bertahap ke SLB se-Jabar. Berdasarkan data tahun 2013 yang diperoleh dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, terdapat sebanyak 58 SLB di seluruh Jabar.

“Kita akan bagikan kita akan hibahkan secara bertahap untuk alat inovasi dari kawan-kawan Kompor UPI,” ungkapnya. 

Secara operasional, dispenser berbicara sendiri hampir sama dengan dispenser-dispenser pada umumnya, namun Kompor UPI dalam inovasi inimemberikan beberapa fitur tombol-tombol untuk mengeluarkan air dengan takaran yang tepat dan memudahkan penyandang disabilitas atau tunanetra.

Sementara untuk timbangan digital, dari desain awalnya di buat sendiri oleh Kompor UPI, lalu di tambah dengan angka digital dan suara untuk mengetahui berapa berat benda yang di simpan di atas timbangan berbicara tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00