• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Rusia Tuding Sanksi AS Sebabkan Kondisi Venezuela Semakin Memburuk

12 April
18:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Krisis yang terjadi di Venezuela, belum juga menunjukkan adanya perubahan kearah positif.

Rakyat Venezuela dihadapkan dengan tingginya harga kebutuhan pokok, biaya hidup yang tidak terhingga, bahkan dualisme kepemimpinan di negara yang kaya akan sumber minyak itu.

Krisis politikpun tidak dapat dihindarkan di sana, antara kepimpinan Nicolas Maduro yang memenangkan pemilu presiden Mei 2018 dan kepemimpinan Juan Guaido, yang mendeklarasikan diri sebagai “Presiden sementara” Venezuela.

Amerika Serikat yang berada dibelakang kemunculan Juan Guaido, menjatuhkan berbagai sanksi kepada Venezuela yang diklaim sebagai langkah untuk menyingkirkan Maduro dari posisinya.

Rusia yang mendukung kepemimpinan presiden Maduro, juga tidak kalah gencar menunjukkan dukungannya. Akhir Maret 2019 Rusia mengirimkan sedikitnya 100 pasukan ke Venezuela.

Duta besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengatakan, berbagai sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat, justru membuat kondisi rakyat Venezuela semakin memburuk.

“Kecuali, Anda melakukannya demi menjatuhkan sebuah rezim. Tentulah itu (penjatuhan sanksi) sebuah metodenya. Tapi, jika Anda tulus untuk membuat kehidupan rakyat di sana lebih baik, tapi mengapa ada penjatuhan sanksi yang membuat rakyat menderita akan krisis listrik, pangan dan sebagainya,”ujar Lyudmila ketika dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Menurut Lyudmila, Rusia menilai perlu dilakukannya dialog dalam mencari solusi terhadap permasalahan yang ada.

“Seperti yang Anda ketahui bahwa kami menggelar dialog bersama otoritas di sana dan pesannya juga sama, bahwa kita membutuhkan adanya dialog. Tentu saja kami juga menyuarakannya diforum internasional. Seperti di Dewan Keamanan kami kataan bahwa ancaman kekuatan, ancaman militer serta invansi sanksi sepihak tidak akan menolong untuk memecahkan situasi ini,” tegasnya.

Lyudmila menambahkan, Rusia siap untuk mendukung adanya pemecahan solusi di Venezuela melalui proses yang damai dan inklusif.

“Kami siap untuk berpartisipasi bagi upaya mediasi, mengajak seluruh kekuatan politik untuk terlibat. Rusia siap untuk membantu memecahkan krisis ini dengan cara damai dan inklusif,”imbuh Lyudmila.

Sebelumnya, pada Rabu (10/4/2019), wakil presiden Amerika Serikat, Mike Pence, di PBB meminta agar PBB mencabut mandat pemerintahan Nicolas Maduro dan mengakui pemimpin oposisi, Juan Guaido sebagai presiden Venezuela yang sah.

Pada kesempatan itu Mike Pence juga mengumumkan bahwa Amerika Serikat menyediakan bantuan kemanusian senilai 60 juta dolar Amerika untuk Venezuela.

Sementara, setidaknya 50 negara menyatakan mengikuti langkah Amerika Serikat untuk mendukung pemerintahan Juan Guaido, sejak pemimpin oposisi itu mendeklarasikan diri sebagai Presiden interim Venezuela pada 23 Januari 2019.

Sedangkan, organisasi kemanusiaan “Palang Merah”, menyatakan menaikkan anggaran bagi bantuan Venezuela tahun ini sebanyak tiga kali lipat yaitu 24 juta dolar Amerika Serikat serta melipatgandakan jumlah staf sekitar 180 orang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00