• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Mahasiswa Desak Wali Nanggroe Aceh Selesaikan Konflik Tambang

12 April
15:49 2019
1 Votes (1)

KBRN, Takengon : Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah mendesak Wali Nanggoroe Aceh untuk bersikap dalam menolak izin pertambangan.

Ketua GMNI Aceh, Mulyadi menganggap Wali Nanggroe sebagai seseorang yang diberikan tanggung jawab mempersatukan Aceh telah gagal menjalankan fungsinya ditengah genjarnya penolakan izin tambang di Aceh yang dinilai tidak clean and clear.

Padahal menurut Mulyadi, Wali Nanggroe melalui Majelis Pertambangan dan Energi memiliki kewenangan dalam kebijakan Pertambangan di Aceh.

Mulyadi juga mendesak agar Wali Nanggroe memberikan pertimbangan kepada Plt Gubernur Aceh agar menerbitkan kebijakan Moratorium pertambangan.

“Terlalu banyak anggaran yang dihabiskan untuk Wali Nanggroe, dan hal tersebut tidak sebanding dengan kinerja lembaga tersebut," kata Mulyadi, Jumat (12/4/2019) dalam siaran pers yang diterima RRI. 

Selain menolak kehadiran PT. EMM, Mulyadi juga menolak kehadiran PT. Linge Mineral Resorce dengan rencana Penambangan dan Pengolahan Biji Emas DMP dengan rencana lokasi di Kecamatan Linge tepatnya Proyek Abong, Lumut, Linge, Owaq, dan Penarun.

Mulyadi mengingatkan kepada Wali Nanggore bahwa Linge merupakan daerah yang memiliki nilai-nilai sejarah yang penting dari asal asul Aceh yang sebenarnya harus dianggap sebagai khazanah di Aceh yang wajib dilindungi dan dilestarikan.

Jadi kalau Wali Nanggore tidak peduli terhadap Linge, artinya tidak ada ruang bagi Malik Mahmud layak dan patut diposisikan sebagai Wali Nanggroe di Aceh. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00