• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

'Wong Kito' Pentaskan Kisah Cinta dari Tanah Sriwijaya di Negeri Seribu Menara

12 April
05:35 2019
3 Votes (3.3)

KBRN, Kairo : Komunitas Kekeluargaan Masyarakat Sumatera Selatan (Kemass) sukses mengobati kerinduan Wong Kito akan kampung halaman melalui pementasan operet kisah cinta Tambunan dan Siti Fatimah, pada Kamis (11/4/2019) malam, yang berlangsung di salah satu aula pertunjukan di Mesir.

“Kalau orang barat punya kisah cinta seperti Romeo dan Juliet, orang timur tengah punya Laila dan Majnun, maka kita orang Indonesia, orang Sumatera Selatan-Kota Palembang punya kisah cinta yang tak kalah, yaitu Tambunan dan Siti Fatimah,” kata ketua panitia, Abdul Majid Ali Fikri disambut gemuruh tepuk tangan penonton, saat mengawali acara tahunan tersebut.

Kegiatan yang bertajuk “Kita Hidup Dan Mati Dari Setiap Kisah Cinta Di Muka Bumi” itu digelar dalam rangka HUT Kemass ke-43 jilid dua yang juga dihadiri Dubes RI-Mesir, Atase Perdagangan, Atase Pensosbud dan Presiden PPMI Mesir serta ratusan undangan yang didominasi Mahasiswa Indonesia-Mesir (Masisir).

Duta Besar (Dubes) Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir, Helmy Fauzy dihadapan hadirin mengatakan, ia memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap setiap upaya melestarikan budaya Indonesia meski berada di perantauan.

Menurutnya, dengan mengangkat budaya dan kesenian Indonesia termasuk hikayat-hikayat sejatinya akan memperkokoh kebanggaan sebagai bangsa yang besar.

“Dengan mencintai kebudaayaan kita, pasti kita akan menjelajahi akar-akar diri kita sebagai suatu bangsa besar dan itu juga akan memompa rasa kebanggaan kita ditengah pergaulan dengan bangsa-bangsa lain,” ujarnya.

Helmy juga mengajak Masisir untuk tetap semangat menuntut ilmu di negeri orang demi agama,bangsa dan negara.

Pada kesempatan itu pula, ia mengingatkan bila dalam waktu dekat akan dilaksanakan pemungutan suara Pemilihan Presiden dan DPRD, pada 13 April mendatang.

“Dalam waktu dekat bangsa kita akan menggelar pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Legislatif, saya ajak semua untuk datang berbondong-bondong ke TPS yang berlokasi di KBRI Kairo. Jangan lewatkan hak konstitusional anda sebagai warga negara,” tambahnya.

Operet kisah cinta Tambunan dan Siti Fatimah juga diisi dengan sejumlah kesenian lainnya seperti, tari gending sriwijaya, lagu daerah,dangdut melayu dan senjang.

Gubernur Kemass, Ucu Aulia Salim mengungkapkan perayaan HUT Kemass biasanya hanya diperingati secara internal namun Kemass punya tekad menggelar Gebyar Wong Kito (GWK) yang melibatkan seluruh elemen WNI di Mesir.

“Kita pernah menggelar GWK jilid satu tapi cuma berlangsung di rumah limas, nah kali kita ini buat yang lebih semarak lagi dengan menampilkan kesenian-kesenian Sumsel,” ungkap pria asal Kayuagung-OKI itu.

Di tengah pertunjukan, gelak tawa penonton sesekali terdengar ketika sosok tambunan yang diperankan oleh Vona Reza melontarkan celetukan berbahasa Palembang seperti saat merayu Siti Fatimah yang diperankan oleh Ismi Ella.

Saat pertunjukan kesenian senjang, Dubes RI Hemli Fauzy pun tidak luput dari kalimat-kalimat rayuan seperti memuji ketampanan pria kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur itu.

Pertunjukan teater musikal itu ditutup dengan adegan puteri Siti Fatimah mengakhiri hidupnya terjun ke sungai musi menyusul Tambunan yang terlebih dahulu terjun karena merasa malu atas kebodohannya membuang guci berisi emas ke Sungai Musi.  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00