• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Aksi Damai Tuntut Penuntasan Kasus Penyerangan Terhadap Novel Baswedan

11 April
14:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogyakarta yang terdiri dari akademisi dari Pusat Studi Anti Korupsi sejumlah Universitas, Aliansi Jurnalis Independen serta LSM anti korupsi melakukan aksi damai menuntut penyelesaian kasus penyerangan terhadap Komisiner KPK Novel Baswedan, berlangsung di depan Gedung Agung Yogyakarta, Kamis (11/4/2019) siang.

Koordinator lapangan, Tri Wahyu mengatakan, peserta aksi mengingatkan kepada Kepala Negara bahwa masih ada janji yang belum terpenuhi yaitu penuntasan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, Komisioner KPK.

"Hari ini pas 2 tahun peringatan kasus Novel Baswedan. Satu Agustus 2017 membuat keterangan resmi bahwa kasus Novel sudah membawa kemajuan. Jadi, sebenarnya kami ingin mengingatkan kepada Pak Kepala Negara bahwa ada janji yang belum dituntaskan. Kapolri sebenarnya telah membuat Tim Gabungan Pencari Fakta. Tapi toh sampai detik ini belum juga ada progress," jelas Korlap aksi Tri Wahyu.

Pada akhir aksi di depan Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta tersebut, para peserta yang diwakili oleh Zaenur Rochman dari Pusat Kajian antikorupsi PUKAT UGM menyampaikan Tiga tuntutan. Ketiga tuntutan itu terkait dengan pembentukan tim gabungan pencari fakta langsung dibawah Presiden untuk menjaga independensi.

“Pertama, menuntut Presiden Republik Indonesia membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang independen. Kedua, menuntut Presiden memberi perintah kepada Kapolri disertai batas waktu untuk mengungkapkan kasus Novel Baswedan. Apabila tidak berhasil menuntaskan dalam jangka waktu yang ditentukan, Presiden harus memberhentikan Kapolri," tegas Zaenur Rochman.

Selain, lanjut Zaenur Rochman, menuntut pimpinan KPK untuk bersungguh-sungguh berupaya agar kasus Novel Baswedan bisa terungkap," tambahnya.

Para peserta aksi menyayangkan, sudah dua tahun kasus teror terhadap Novel Baswedan tidak juga terungkap. Teror terhadap Novel merupakan serangan balik koruptor terhadap upaya pemberantasan korupsi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00