• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Dahnil Bantah Jadi Orang Pertama Penyebar Hoaks Soal Ratna Sarumpaet

11 April
13:06 2019
0 Votes (0)

KBRN,Jakarta : Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan  kembali melaksanakan  sidang kasus penyebaran berita bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet  yang menghadirkan 3 saksi

Dihadapan Majelis Hakim Jaksa  Penuntut umum  menghadirkan  3 orang saksi  yang akan diperiksa pada persidangan .

"Kami menghadirkan saksi saksi yaitu Dahnil Anzar Simanjuntak, Hairullah dan Harjono," ungkap Daroe Jakasa Penuntut Umum di depan sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Di dalam  persidangan Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,  Dahnil Anshar Simanjuntak , membenarkan dirinya mendapat informasi  penganiyaan yang dilakukan orang tidak dikenal  terhadap Ratna Sarumpaet di dalam sebuah mobil.

"Waktu itu ada pertemuan BPN  dan pada saat itu ditunjukkan adanya gambar dan foto Ratna Sarumpaet dalam kondisi luka lebam di wajahnya dan semua yang hadir bersimpati atas kejadian ini sehingga ada rencana Pak Prabowo untuk menjenguk Ibu Ratna," ungkapnya.  

Mengenai tuduhan bahwa dirinya bersama Fadli Jhon merupakan orang yang pertama kali menyebarkan berita hoak atau bohong kepada publik, Dahnil Anxahr membantahnya.

"Saya dan pak Fadli Jhon bukan orang pertama yang menyebarkan berita bohong atau hoak Ratna Sarumpaet dan ia tidak perlu menuntut orang yang menuduhnya sebagai penyebar berita bohong tersebut,"  katanya.

Dijelaskan Dahnil, Jaksa Penuntut Umum harus dapat mencari tahu siapa penyebar berita bohong tersebut kepada publik.

'Jaksa Penuntut Umum harus mencari tahu siapa sebenarnya orang yang pertama menyebarkan berita tersebut  sehingga ada kejelasan dari perkara ini," tuturnya.

Dahnil Anshar bersimpati kepada Ratna Sarumpaet yang terus dihujat karena kebohongannya   tapi kita semua juga harus melihat sisi baik yang pernah dilakukan terdakwa.

"Bagaimanapun Ibu Ratna manusia biasa yang tidak terlepas dari kesalahan ya kita jangan melihat sisi buruknya saja, bagaimana pun beliau banyak jasanya sebagai pejuang Hak Asasi Manusia," pungkasnya.

Sedangkan dua orang saksi Chairullah dan Harjono, keduanya merupakan pendemo yang semestinya dihadirkan pada persidangan sebelumnya. Sementara  pada persidangan hari ini JPU   tidak dapat menghadirkan saksi  Tompi ahli bedah dan penyanyi serta Rokcy Gerung pengamat politik karena keduanya tidak  atau belum memberikan konfirmasi untuk diperiksa sebagai saksi dalam persidangan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00