• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

KPAID Samarinda Minta Kasus penganiayaan Audrey Tetap Diproses

11 April
09:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Samarinda  : Komisi perlindungan anak kota Samrinda minta kasus penganiayaan terhadap siswi SMP Audrey di Pontianak Kalimantan Barat tetap diproses karena tergolong Pidana Murni.

“Kiaa berharap kasus yang menimpa siswa SMP di Pontianak atas nama Audrey segera diproses karena ini tergolong pidana murni tapi tetap hak anak tetap harus diberikan kepada pelaku karena masih dibawah umur,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Kota Samarinda Adji Suwignyo, Kamis (11/4/2019).

Ia menjelaskan jika pelakunya bukan anak di bawah umur peristiwa ini sudah tergolong kejahatan luas biasa namun dikarenakan pelaku belum  dewasa maka tetap dikenakan UU perlindungan Anak. Kendati demikian Adji minta aparat penegak hukum memproses kasus ini sementara para pelaku juga harus tetap diberikan haknya sebagai seorang anak. 

“Kasus ini harus tetap diproses dan Komisi perlindungan anak Kalbar juga harus tetap melakukan pendampingan untuk psikologis korban maupun pelaku, hak anak juga jangan lupa harus diberikan dan  untuk masalah hukum harusnya kita serahkan saja kepada aparat yang berwenang,” kata Adji.

Sebagai pememerhati anak Adji menyebut kejadian mengerikan ini tidak seharusnya terjadi di Indonesia karena pengeroyokan oleh 12 orang kepada satu orang bukan budaya bangsa ini, oleh karena itu belajar dari masalah ini Ia menghimbau para orang tua untuk dapat lebih memperhatikan tumbuh kembang anak dan perhatikan lebih dalam siapa teman anak bergaul.

Seperti diketahui usai ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya ini dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak. Ketiga tersangka terancam mendapatkan hukuman 3,5 tahun penjara.

Ketiga tersangka itu berinisial L, TPP, dan NNA. Ketiganya dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00