• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

BPJS Kesehatan Minta Peserta Laporkan Rumah Sakit yang Diskriminasi Pelayanan

8 April
22:29 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Administrasi pelayanan, baik di Rumah Sakit, maupun terkait obat, menjadi salah satu yang paling banyak dikeluhkan oleh para peserta BPJS Kesehatan.

Hal itu terungkap, dalam sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN - KIS), kepada masyarakat umum yang telah menjadi peserta, di Perumahan Bhaskara Jaya, Surabaya.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Surabaya, Herman Dinata Mihardja memaparkan, sosialisasi ini, selain menjadi ajang silaturahmi antar peserta, juga mendengarkan aspirasi para pemegang KIS. 

"Secara umum tadi dari sisi administrasi pelayanan, rata rata yang kita dengar tadi, rumah sakit, mengenai obat," jelasnya, Senin (8/4/2019).

Untuk menindaklanjuti keluhan peserta JKN -KIS tersebut, pihak penyelenggara tetap meminta ada data yang bisa diberikan, seperti lokasi layanan kesehatanya, nomor kartunya, serta data lain yang dapat mendukung pelaporan. 

"Harapan kami, setiap ada keluhan, itukan enaknya ada data. Supaya kami krosceknya enak," tambahnya. 

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh salah satu anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari. Dimana dirinya mengatakan hal yang sama, jika rata rata masyarakat mengeluhkan mengenai antrian, ketika menggunakan KIS. 

"Kan sekarang diberlakukan jujukan berjenjang. Untuk klasifikasi rumah sakitnya tipe C lagi. Dulu rumah sakit tipe C sepi, sekarang bludag," katanya. 

Aturan tersebut, lanjut Lucy, dikatakannya juga menjadi pembahasan dan dilakukan evaluasi oleh koemisi IX DPR RI. Apakah jujukan berjenjang tersebut akan berlanjut atau tidak 

"Yang jelas, kita jangan mempersulit orang yang sedang berobat. Kan gak ada orang yang mau sakit," ujarnya. 

Bahkan, yang sempat ditemukan Lucy, ada kasus yang memberlakukan pasien BPJS Kesehatan hanya maksimal tiga hari dirawat inap. Setelah itu, "dipaksa" untuk keluar, apakah sudah membaik atau tidak.

"Ini juga kita evaluasi rumah sakitnya. Kalau tidak terlalu memprihatinkan ya mungkin gak apa apa. Kalau kondisi penyakit gawat, kan kasihan?," tandasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00