• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Aksi Tolak Tambang di Takengon Rusuh, Satu Pengunjuk Rasa Dilarikan ke RS

8 April
13:18 2019
1 Votes (1)

KBRN, Takengon : Aksi massa tolak rencana usaha tambang, rusuh. Seorang anggota GMNI yang tergabung dalam aksi dilarikan ke Rumah Sakit akibat luka bagian pelipis kanan.

"Iya, anggota saya itu, gak tau kenapa, mungkin waktu dorong-dorong tadi," kata Ketua GMNI Aceh Tengah Mulyadi dalam aksi, Senin (8/4).

http://m.rri.co.id/post/berita/658604/daerah/empat_hari_diumumkan_massa_di_takengon_tolak_rencana_usaha_tambang.html

Kerusuhan terjadi setelah massa tak puas atas penjelasan Ketua DPR Aceh Tengah Ansarudin Syarifudin Naldin. Massa dan petugas saling dorong saat massa memaksa masuk ke gedung DPR Aceh Tengah. 

Aksi mereda dan massa menuju ke kantor Bupati untuk melanjutkan aksi. Disana massa disambut Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus. Dalam pertemuan itu, massa dan Wakil Bupati sepakat untuk beraudiensi di ruang sidang DPR Aceh Tengah. Hadir dalam audiensi itu ketua DPR Aceh Tengah dan didampingi sejumlah anggota.

Hingga berita ini ditulis, proses audiensi masih berlanjut.

Massa di Aceh Tengah yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat Gayo Menolak Tambang (AMANAT), tuntut pemerintah daerah batalkan rencana kegiatan pertambangan oleh PT. Linge Mineral Resource  di kecamatan Linge lantaran dianggap merusak lingkungan dan menimbulkan dampak buruk. Tak hanya bagi wilayah Linge, namun juga Aceh Tengah secara luas.

Terhitung 4 April 2019, PT Linge Mineral Resource mengumumkan rencana penambangan dan pengolahan bijih emas dmp di Proyek Abong, berlokasi di Lumut, Owaq, dan Penarun, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Bearan rencana kegiatan sekitar 9.684 Ha dengan target produksi maksimal 800 ribu ton/tahun.

Dalam pengumuman yang disampaikan melalui media cetak, PT Linge Mineral Resource memberi kesempatan bagi publik untuk menyampaikan Saran, Pendapat dan Tanggapan (SPT) selama sepuluh hari kerja terhitung sejak diumumkan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00