• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kolom Bicara

Mengenal Reksadana

8 April
07:50 2019
2 Votes (5)

Oleh: Yosea Iskandar, S.H., LLM, Pengamat Ekonomi Perbankan

KBRN, Jakarta: Salah satu jenis investasi yang ditawarkan di era digital dan memiliki tingkat imbal hasil yang cukup menjanjikan adalah Reksadana.Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 23 tahun 2016 suatu Reksadana didirikan berdasarkan kontrak investasi kolektif antara manajer investasi yang melakukan pengelolaan investasi dengan Bank kas tagihan yang melakukan administrasi aset Reksadana.

Sederhananya adalah kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi dengan investasikan dalam berbagai efek, oleh karenanya ada beberapa jenis Reksadana berdasarkan efek yang mendasarinya yaitu Reksadana Saham, Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan tetap dan Reksadana Campuran. 

Selain itu ada juga Reksadana terproteksi, dimana investor tidak perlu kuatir akan mengalami kerugian atas nilai investasi awalnya apabila dipertahankan sampai tanggal jatuh tempo. Berinvestasi di Reksadana memiliki berbagai keuntungan antara lain karena dana dikelola oleh manajer investasi profesional maka kita bisa memperoleh tingkat imbal hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan menyimpan uang di bank, dengan kemampuan manajer investasi untuk melakukan diversifikasi portofolionya maka kerugian menjadi lebih kecil dibandingkan kita langsung membeli saham di pasar modal.

Reksadana juga memberikan berbagai pilihan sesuai dengan investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang modal untuk jasa dalam Reksadana amat terjangkau bahkan cukup dengan Rp10.000 saja jelas jauh berbeda di saham atau properti misalnya. Selain itu proses pembelian, pemantauan dan penjual Reksadana juga lebih mudah karena dapat dilakukan secara online termasuk melalui e-commerce selaku agen penjual seperti Bareksa atau melalui Tokopedia dan Bukalapak. 

Sementara risiko berinvestasi di Reksadana adalah tidak adanya jaminan dari pemerintah berbeda dengan simpanan atau deposito di bank sehingga nilai pokok investasi bisa berkurang baik karena kondisi pasar maupun kegagalan manajer investasi. Imbal hasil Reksadana juga tidak pasti karena dipengaruhi oleh kinerja industri dan perekonomian tingkat imbal hasil tahun-tahun sebelumnya juga tidak bisa menjadi patokan untuk tahun-tahun selanjutnya. 

Selain itu juga ada risiko likuiditas, yaitu tidak bisa cair setiap saat, setidaknya butuh beberapa hari kerja sementara apabila sebagian besar pemegang unit penyertaan reksa dana secara serentak melakukan penjualan kembali maka manajer investasi bisa tidak mampu melunasinya. Bahkan Reksadana juga dapat dibubarkan atau dilikuidasi yaitu apabila nilai aktiva bersihnya menjadi kurang dari jumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian sekalipun Reksadana telah menjadi pilihan investasi dan peluang menarik yang ditawarkan oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang sudah terbukti baik kinerjanya, pertimbangkan beli untung ruginya, dan manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00