• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Medsos Biang Kerok Tingginya Perceraian di Kota Depok

5 April
13:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Depok : Trend angka perceraian di Kota Depok tiap tahun dari 3 tahun terakhir terus meningkat. Pada tahun 2017 ada sebanyak 3087 kasus perceraian dan pada tahun 2018 ada sebanyak 3525 kasus perceraian.

"Ini adalah angka perceraian yang sudah putus di Pengadilan Agama. Kalau dari angka pengajuan yang masuk bisa mencapai 5000 permohonan setiap tahun," kata Humas Pengadilan Agama Depok Dindin Syarief Nurwahyudin kepada RRI, Jumat (5/4/2019).

Pada Januari 2019, ada sebanyak 292 permohonan cerai yang putus atau di kabulkan dan pada Februari 2019 ada sebanyak 304 kasus. Tiap hari rata-rata ada sebanyak 20 kasus perceraian yang mendaftar ke Pengadilan Agama Depok.

"Dari grafik ini kan nampak, trendnya terus naik," katanya.

Dindin menyebutkan, ada 2 jenis pengajuan perkara cerai yaitu cerai talak dan cerai gugat. Bedanya, kalau cerai talak yang mengajukan adalah dari pihak suami sedangkan cerai gugat yang mengajukan adalah dari pihak istri.

"Dari 2 jenis perkara perceraian ini yang paling tinggi masuk adalah cerai gugat. Sebagai contoh pada tahun 2018 dari 3525 kasus cerai, cerai talak sebanyak 852 kasus sedangkan cerai gugatnya sebanyak 2673 kasus," ungkapnya.

"Jadi kalau dipersentasikan cerai talak yang diajukan oleh pihak suami sebanyak 25 persen sedangkan cerai gugat oleh pihak istri sebanyak 75 persen," tambahnya.

Lebih jauh ungkap Dindin, jika dilihat dari klasifikasi umur, mayoritas warga yang mengajukan cerai adalah usia 23-30 tahun atau usia perkawinan muda.

Dijelaskan Dindin, mayoritas warga yang mengajukan cerai dikarenakan adanya perselisihan yang berkepanjangan di dalam rumah tangga. Penyebabnya karena para suami atau istri tidak bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

"Sekarang jadi trend perceraian di pengadilan agama gara-gara medsos. Biasanya karena postingan foto-foto pasangan di medsos dengan lawan jenisnya yang kurang bijaksana sehingga memicu perselisihan dan berujung ke perceraian," jelasnya.

Didalam UU dikenal ada 8 alasan perceraian. Yang sedang trend saat ini salah satu alasan perceraian adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus.

"Pemicunya tadi, suami-istri tidak bijak menggunakan Medos whatsapp, instagram dan seterusnya dengan postingan gambar-gambar dengan lawan jenis yang jadi pemicu pertengkaran," pungkasnya.

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Waddi Armi

    Redaktur Puspem 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00