• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

600 Ton Sampah Per Hari, Kota Malang Bangun Pusat Daur Ulang Sampah

4 April
21:24 2019
2 Votes (5)

KBRN, Malang: Sebanyak 600 ton atau 140 truk sampah warga Kota Malang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPS) Supit Urang. Ironisnya, saat ini TPA tersebut telah mencapai ambang batas daya tampung maksimal. Sehingga diperlukan upaya guna mengurangi sampah. Salah satunya melalui pembangunan pusat daur ulang sampah.

Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengakui, sampah di perkotaan memang sebuah permasalahan yang sulit ditanggulangi. Pasalnya, jumlah sampah di perkotaan setiap tahunnya selalu bertambah dan menyebabkan berbagai masalah seperti  polusi udara, tanah,  banjir bahkan merusak lingkungan. 

"Setiap aktivitas manusia pasti menghasilkan sampah. Jumlah sampah sebanding dengan konsumsi manusia terhadap barang yang digunakan sehari-hari. Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah," katanya di Sosialisasi Pengolahan Sampah Melalui Pembangunan Pusat Daur Ulang Sampah, Kamis (4/4/2019).

Menurutnya, jika masalah ini dibiarkan dan tidak dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan di masa depan seluruh permukaan bumi ini akan tertutup sampah. Oleh karenanya, Pemerintah Kota Malang terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan.

"Salah satunya melalui pembentukan Bank Sampah Malang, keberadaan kader lingkungan, serta pembangunan pusat daur ulang sampah yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam melakukan pemrosesan dan pengurangan sampah dan limbah," ungka Sofyan Edi.

Pusat daur ulang itu, selain menjadikan sampah menjadi produk  baru, juga dapat  tercipta lapangan kerja, serta menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mampu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Kami juga berharap daur ulang sampah ini dapat  dimanfaatkan sebagai energi terbarukan, yakni gas metana yang dapat dinikmati oleh 408 KK sekitar TPA Supiturang," ujar pria yang kerap disapa Bung Edi ini.

Ia berharap, sejumlah upaya yang telah dilakukan mampu mendukung lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus mendorong partisipasi warga untuk sadar dan mengerti bagaimana memperlakukan sampah yang baik dan benar. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00