• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Penyu Besar Bermunculan di Pulau Sebesi Pasca Tsunami

4 April
15:46 2019
2 Votes (5)

KBRN, Bandar Lampung: Ditengah lesunya sektor pariwisata di Pulau Sebesi yang sebelumnya ramai oleh para pengunjung, belasan penyu berukuran besar tiba-tiba muncul setiap menjelang sore di Pelabuhan Pulau Sebesi dan menjadi hiburan masyarakat di Desa Tejang, Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Kasi Pemerintahan Desa Tejang Pulau Sebesi, Junaidi, Kamis(04/04/19), mengatakan, selama puluhan tahun tinggal di Pulau Sebesi, baru saat ini dirinya melihat fenomena munculnya penyu-penyu besar di perairan Pulau Sebesi.

Dikatakan Junaidi, penyu-penyu yang terlihat jinak tersebut selalu mendekat saat kapal yang akan mengangkut pisang dari Pulau Sebesi mulai beroperasi, dan hewan tersebut memakan pisang-pisang yang dilemparkan para awak kapal.

Dijelaskannya, sebelum terjadi tsunami, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Sebesi mencapai 300 orang perminggu, namun saat ini belum ada lagi wisatawan yang berkunjung, disebabkan masih aktifnya Gunung Anak Krakatau (GAK) yang membuat mereka enggan untuk datang.

Dengan fenomena munculnya penyu-penyu di pulau tempat dirinya tinggal, Junaidi berharap kunjungan wisatawan yang datang kembali normal.

"Sering diumpan sama anak-anak dengan pisang, muncul terus masuk lagi, dari saya kecil baru ada fenomena munculnya penyu disini," ujar Junaidi.

Salah satu warga Pulau Sebesi, Solikin, mengatakan, penyu-penyu yang memiliki ukuran bemacam-macam tersebut muncul beberapa hari setelah tsunami melanda.

Menurutnya, belasan kura-kura laut itu sering kali muncul terlebih saat para petani memindahkan hasil bumi terutama pisang pada kapal yang akan mendistribusikan ke luar, sebagaimana diketahui, buah pisang menjadi komoditas perkebunan utama Desa Tejang Pulau Sebesi, ribuan tandan pisang setiap harinya diangkut dari Dermaga Sebesi ke Dermaga Canti Kalianda dan Anyer Banten.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00