• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Gunung Tambora Semakin Ramai Dikunjungi

4 April
09:44 2019
3 Votes (5)

KBRN, Bima : Pasca ditetapkan sebagai taman nasional dan dikelola Balai Taman Nasional Tambora, tingkat kunjungan wisatawan baik manca negara maupun nusantara, meningkat tajam.

Catatan Balai Taman Nasional Tambora, sejak tahun 2015 hingga tahun 2018, kunjungan ke gunung yang terkenal dengan letusan dasyatnya pada 11 April 1815 itu, terus meningkat.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Murlan Dameria Pane mengatakan, ditahun 2015, saat ditetapkan sebagai Balai Taman Nasional oleh Presiden Joko Widodo, hanya mencapai 220 dengan rincian, Wisatawan Manca Negara (Wisman) hanya tercatat 3 orang dan Wisatawan Nusantara (Wisnu) mencapai 217 orang.

“Pada tahun 2016 atau setahun setelah ditetapkan naik mencapai 592 persen atau meningkat menjadi 1.303 pengunjung. Jumlah wismannya juga meningkat dratis menjadi 105 pengunjung,” katanya, Kamis (4/4/2019).

Rata-rata kenaikan setelah tahun 2016 hingga tahun 2018 naik sebanyak 200 persen lebih. Di tahun 2017, jumlah pengunjung yang datang ke Tambora, mencapai 2.105 dan tahun 2018 meningkat tajam menjadi 4.576 pengunjung. Jika dilihat dari trend kenaikan yang rata-rata 200 persen, dipastikan pengunjung di tahun 2019 ini mencapai diatas 6 ribu pengunjung.

Ini membuktikan bahwa Gunung Tambora semaikin banyak diminati oleh wisatawan baik manca negara maupun nusantara. Murlan mengakui, saat ini Gunung Tambora masih menjadi tujuan moment-moment tertentu dan bukan merupakan tujuan utama.

“Biasanya yang ramai itu saat peringatan meletusnya Tambora yakni di bulan April, namun juga ada beberapa momentum seperti hari libur nasional seperti Sumpah Pemuda, hari Pahlawan dan hari Kemerdekaan RI,” tambahnya.

Jika ditahun 2015 ke bawah pengunjung hanya mengandalkan dua jalur pendakian, yakni jalur Doroncanga, Doropeti dan Pancasila, kini pengunjung bisa memilih jalur lebih banyak lagi. Pasca dikelola Balai TN Tambora, menambah dua jalur lagi yakni jalur Piong dan jalur Kawinda To’I di Kabupaten Bima.

Selain itu, event-event yang digelar Pemkab Bima, dalam setiap kesempatan juga menjadi daya ungkit naiknya kunjungan wisatawan mengunjungi Tambora. Tidak hanya itu, penyediaan jalur piong dengan keunikannya bisa menggunakan kuda, juga menjadi daya tarik pengunjung.

Balai TN Tambora terus berupaya untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat lingkat Tambora, untuk lebih siap menyambut tamu-tamu yang mengunjungi Tambora. Dengan meningkatnya kunjungan ini, dipastikan perekonomian warga di lingkar Tambora, akan turut bergerak naik. Murlan mengakui, di setiap jalur pendakian saat ini sudah dibentuk kelompok masyarakat peduli Tambora.

“Masyarakat ini yang kami siapkan untuk bisa dan turut menjaga Tambora agar tetap lestari. Mereka sudah merasakan manfaatnya seperti menjadi pemandu wisatawan, pencari madu dan penyedia jasa tunggangan kuda menuju puncak Tambora,” jelasnya.

Bahkan, masyarakat lingkar Tambora yang sebelumnya menjadi pelaku pembalakan dan peladangan liar, kini membentuk kelompok sebagai masyarakat pemadam api. Kelompok ini terus dibina oleh balai TN Tambora, untuk meraup keuntungan seiring dengan semakin ramainya Tambora menjadi tujuan wisata wisman dan wisnu.

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI / KBRN wilayah Bima, Dompu dan Kota Bima, NTB.// WA:0813-5362-5075// email:mujtahidin@rri.co.id.// didin74dompu@gmail.com// twitter//: @didin_rri// Telegram : @didin_rri_Mataram.//

  • Tentang Editor

    Waddi Armi

    Redaktur Puspem 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00