• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Sampah di Pontianak Jadi Tabungan Emas

1 April
19:39 2019
3 Votes (5)

KBRN, Pontianak : PT. Pegadaian (Persero) meluncurkan program The Gade Clean and Gold, program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Melalui The Gade Clean and Gold, masyarakat bisa menjual sampahnya, terutama berbahan plastik, kertas dan sejenisnya, untuk dikonversi dalam bentuk tabungan emas Pegadaian. 

“Saya mengapresiasi atas inovasi yang digagas PT. Pegadaian (Persero) melalui program Sampah Menjadi Emas dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan menampung sampah-sampah dari masyarakat yang sudah terpilah untuk kemudian dikonversi menjadi tabungan emas Pegadaian, untuk itu silakan warga Kota Pontianak untuk menukar sampahnya menjadi tabungan emas, dengan 0,1 miligram senilai Rp 6.200,” ungkap Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono usai menerima penyerahan bantuan dari PT.Pegadaian, Senin (1/4/2019).

Sebagai tahap awal, pihaknya akan membuat bank sampah mini di Kantor Wali Kota Pontianak dan di sekolah-sekolah yang diharapkan mampu mengurangi sampah secara signifikan dan menjadikan sampah itu bernilai ekonomis. Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap dengan adanya program ini, bukan berarti masyarakat memproduksi sampah sebanyak mungkin, tetapi untuk menyadarkan betapa pentingnya mengelola lingkungan ini menjadi lebih bersih dan lebih sehat. Selain CSR tersebut, ada dua taman mini yang dibranding oleh Pegadaian, yakni di Pasar Mawar dan di Simpang Jalan HOS Cokroaminoto. Dirinya menilai apa yang dilakukan Pegadaian sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.  

“Terima kasih kepada pihak PT. Pegadaian yang telah menyalurkan Program CSRnya kepada Pemkot Pontianak, berupa kendaraan sepeda motor roda tiga sebagai armada pengangkut sampah dan alat pencacah plastik. Bantuan ini akan dimanfaatkan untuk bank sampah yang ada di Pal Lima,” ucapnya.

Pemimpin Wilayah Pegadaian di Kalimantan, Edy Purwanto mengatakan, CSR Pegadaian tahun ini lebih fokus pada program lingkungan. Salah satunya, program Pegadaian Bersih-bersih melalui The Gade Clean and Gold, program ini bertujuan supaya lebih menarik dan masyarakat tergerak untuk bersih-bersih. 

 “Stimulusnya melalui tabungan emas Pegadaian dengan menjual sampah yang dikonversikan menjadi tabungan emas. Selama ini, masyarakat beranggapan untuk memiliki emas itu mahal. Ternyata dengan hal yang saat ini mungkin dianggap sepele, seperti sampah, masyarakat sudah bisa berinvestasi dengan tabungan emas di Pegadaian. Jadi intinya, supaya kita peduli terhadap lingkungan dan juga peduli terhadap masa depan, sehingga ada nilai tambah yang didapatkan masyarakat,” harapnya. 

Sementara itu,  Inovasi PT. Pegadaian Pontianak menghadirkan mesin pencacah sampah dinilai Komunitas Sampah Organik Pontianak suatu terobosan yang cemerlang yang mampu menjadi solusi mengatasi sampah dan menambah pendapatan masyarakat. 

Ketua Komunitas Sampah Organik Pontianak, Beni Tan Heri memberikan apresiasi terhadap PT. Pegadaian Pontianak (Persero) yang telah memberikan sejumlah bantuan ke Pemerintah Kota Pontianak dalam mengelola sampah. Bantuan berupa 2 unit motor pengangkut sampah, 3 unit bak sampah dan mesin pencacah sampah dinilainya akan sangat membantu kesulitan Pemerintah Kota Pontianak.  

“Selama ini banyak dana CSR dari perusahaan maupun dari BUMN yang penyalurannya tidak tepat sasaran atau hanya melunturkan kewajiban, padahal dana CSR itu sangat besar dan mampu membantu Pemerintah Kota Pontianak dalam menata kota yang bersih dan yang dilakukan PT. Pegadaian sudah tepat dalam hal membantu pemerintah dan secara tidak langsung membantu ekonomi masyarakat,” ucapnya. (joss)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00