• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Kejaksaan Agung Berhasil Selamatkan Uang Negara Rp6.68 Trilyun

1 April
14:04 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta  : Jaksa Pengacara Negara Pada JAM Datun Kejaksaan Agung Ri Memenangkan Gugatan Arbitrase Imfa Sehingga Dapat Menyelamatkan Keuangan Negara Sebesar US $ 469 Juta Atau ± Rp6,68 Triliun

Jaksa Agung HM Prasetyo menjelaskan pihak Kejaksaan  atas nama Pemerintah Indonesia baru saja menerima putusan arbitrase dalam perkara gugatan arbitrase yang diajukan oleh IMFA (Indian Metal Ferro & Alloys Limited) terhadap Pemerintah RI, setelah dilaksanakan persidangan di Den Haag, Belanda pada bulan Agustus 2018. 

"Putusan tersebut telah menolak gugatan yang diajukan oleh IMFA sehingga telah memenangkan posisi Pemerintah RI. Bahkan, IMFA dihukum untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan selama proses arbitrase kepada Pemerintah RI sebesar US $ 2,975,017 dan GBP 361,247.23. ' ungkapnya  di gedung Kejaksaan Agung Senin (1/4/2019)

Menurut HM Prasetyo, keberhasilan penanganan perkara ini didukung oleh kerjasama Tim Terpadu yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tim Penanganan Gugatan Arbitrase IMFA, dengan Jaksa Agung sebagai leading sector yang telah diberikan kuasa khusus dari Presiden RI. 

"Saya  telah memberikan kuasa substitusi kepada Tim Jaksa Pengacara Negara dan Kantor Hukum Simmons & Simmons yang bekerja sama dengan Kantor FAMS Lawyer untuk menghadapi 
Gugatan yang diajukan oleh IMFA terhadap Pemerintah RI pada tanggal 24 Juli 2015 dengan alasan adanya tumpang tindih IUP (Izin Usaha Pertambangan) yang dimiliki oleh PT SRI dengan 7 perusahaan lain akibat adanya permasalahan batas wilayah yang tidak jelas. Dengan adanya tumpang tindih IUP tersebut," jelas Jaksa Agung.

Dikatakatakannya Majelis Arbiter yang mengadakan sidang di Den  telah menerima bantahan dari pemerintah Indonesia atas klaim IMFA  bahwa Pemerintah RI telah melanggar BIT India-Indonesia dan mengklaim Pemerintah RI untuk mengganti kerugian kepada IMFA sebesar US $ 469 juta (± Rp6,68 Triliun).

"Majelis Arbiter dalam putusannya telah menerima bantahan Pemerintah RI mengenai temporal objection yang pada pokoknya menyatakan bahwa permasalahan tumpang tindih maupun permasalahan batas wilayah merupakan permasalahan yang telah terjadi sebelum IMFA masuk sebagai investor di Indonesia sehingga dalam hal IMFA melakukan due diligence dengan benar maka permasalahan dimaksud akan diketahui oleh IMFA.
Oleh karenanya Pemerintah RI, sebagai negara tuan rumah, tidak dapat disalahkan atas kelalaian investor itu sendiri.

Dengan demikian, Pemerintah RI telah dapat menyelamatkan keuangan negara sebesar US $ 469 juta atau ± Rp 6,68 Triliun. Selain itu juga, IMFA dihukum untuk membayar biaya yang telah dikeluarkan Pemerintah RI sebesar US $ 2,975,017 dan GBP 361,247.23," pungkasnya.

                                                                

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00