• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

BSN Sebut Krakatau Steel Jadi 'Role Model' dalam Penerapan SNI Produk Baja

31 March
15:30 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Dalam rangka pengembangan daya saing industri baja di Indonesia, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Krakatau Steel (Persero), Tbk yang berlokasi di Kawasan Industrial Estate Cilegon, pada Jumat (29/3/2019).

BSN melakukan kunjungan industri ke pabrik PTKS Cilegon sebagai awal mula kerjasama dalam membentuk tim teknis antara PTKS dan BSN. Melalui kunjungan tersebut, sebagai produsen baja hulu yang merupakan badan usaha milik negara dengan saham mayoritas milik pemerintah, PTKS diharapkan menjadi model dan pelopor penggerak industri baja yang berkomitmen penuh terhadap penerapan SNI untuk mensinergikan pengembangan industri baja hulu dan hilir di Indonesia, agar pelaku industri baja domestik dapat menghasilkan produk baja yang berdaya saing dan sesuai standar sebagai upaya untuk membendung impor.

“Kami ingin mempromosikan industri-industri yang memiliki cerita sukses dalam menerapkan SNI bagi produknya, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi industri lain dalam penerapan SNI, khususnya SNI baja,” ujar Bambang, dalam keterangan tertulis yang diterima RRI  Minggu (31/3/2019).

Bambang mengatakan, komitmen PT Krakatau Steel dalam penerapan standar dapat menjadi contoh bagi industri lainnya.

“Penetapan SNI baja didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pertimbangan perlindungan konsumen dari beredarnya baja yang tidak aman. Saat ini, BSN telah menetapkan 11.815SNI, untuk produk baja, BSN sudah menetapkan 36 SNI,” jelasnya.

Terkait produk yang dihasilkan oleh PTKS, yaitu Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC) telah menerapkan SNI wajib yaitu, SNI 07-0601-2006 dan SNI 07-3567-2006. Sedangkan Wire Rod menerapkan SNI sukarela dengan SNI 07-0053-2006.

“Penerapan SNI sukarela membuktikan bahwa menerapkan SNI tidak harus dipaksa melalui regulasi atau pemberlakuan SNI secara wajib,” ungkap Bambang.

Dalam kunjungan industri tersebut, BSN menyatakan akan mendukung industri baja nasional khususnya Krakatau Steel yang menjadi role model penerapan SNI serta memastikan penggunaan baja sesuai standar untuk sektor konstruksi dengan mengabolisi SNI 7614:2010, yaitu Baja batangan untuk keperluan umum (BjKU).

“Berdasarkan hasil rapat tim baja (Kementerian Perindustrian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, BSN, asosiasi produsen, dan pakar akademisi) pada tanggal 28 Februari 2019 lalu disepakati bahwa SNI ini diusulkan untuk diabolisi, dengan terlebih dahulu mencabut Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 35 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan SNI Baja batangan untuk keperluan umum (BjKU) secara wajib  yang dikeluarkan oleh Kemenperin. Usulan abolisi dikarenakan adanya kesulitan dalam pengawasan penggunaannya di lapangan,” jelas Bambang.

Sementara, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim menegaskan bahwa penerapan SNI sudah menjadi komitmen perusahaan dalam melindungi konsumen dalam negeri.

"Kami ingin mencapai tujuan menghasilkan produk berkualitas dan berstandar. Dengan SNI, konsumen semakin yakin terhadap produk Krakatau Steel, "ujarnya.

Bagi perusahaan, lanjut Silmy, penerapan SNI baja sangat penting karena untuk keselamatan terutama bidang konstruksi. Apabila tidak memenuhi SNI, dapat memunculkan risiko yang mungkin saja bisa mengancam nyawa manusia.

“Penerapan SNI akan menentukan kualitas produk baja, khususnya untuk penggunaan di sektor konstruksi karena berdampak langsung pada aspek keamanan dan keselamatan masyarakat umum sebagai pengguna akhir baja, dimana hal tersebut ditujukan untuk menghindari terjadinya kerusakan struktur yang dapat menyebabkan korban jiwa khususnya pada saat terjadi gempa bumi. Maraknya produk baja non-standar menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh industri baja nasional sehingga perlu menjadi komitmen dan perhatian bersama untuk menyelesaikannnya. Sinergi antara Pemerintah, Asosiasi Baja dan Produsen Baja Nasional harus terus ditingkatkan untuk mewujudkan kemandirian industri baja nasional dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (Rel)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00