• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Pakar : Negara harus Punya Visi Besar dalam Kelola Pekerja Migran

27 March
13:06 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kita harus mempunyai visi besar terhadap pengelolahan pekerja di Indonesia. Kita harus terdepan dalam peningkatan kualitas pekerja kita. Mempunyai visi yang besar dalam pengembangan pekerja di Indonesia.

Hal itu dikatakan Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si, salah satu peneliti bidang kebijakan publik yang juga pakar pekerja migran di Indonesia. Menurut Kurniasih, persoalan pekerja di Indonesia sangatlah rumit dan banyak, baik pekerja di dalam negeri maupun pekerja di luar negeri. Permasalah honor yang pas-pasan, dan dibawah UMR serta permasalah ekonomi lainnya.

Ia mencontohkan persoalan guru honorer yang terjadi hingga kini belum terselesaikan. Kurniasih mengaku prihatin dengan honorer guru tersebut, termasuk permasalahan guru Pendidikan anak usia dini (guru Paud) yang penghasilannya masih minim.

“Guru-guru honorer itu memperihatinkan dalam honorer, termasuk guru-guru Paud yang penghasilan sangat kecil,” kata Kurniasih dalamnkterangannpersnya yang diterima Radio Republik Indonesia, Rabu (27/3/2019).

Ia pun mengkritisi permasalahan lulusan SMK dan SMA yang masih banyak yang menganggur dan tidak mempunyai pendapatan. Padahal lulusan SMK dipersiapkan sebagai pekerja pasca lulus dari sekolahnya.

“Saya sudah meneliti lulusan SMK, dan banyak persoalan. Dan itu banyak pengangguran, namun sebenarnya SMK disiapkan untuk kerja, dan saya sampai datang ke beberapa hotel, dan mereka tidak mau pakai. Karena mereka harus keluar biaya lagi untuk training mereka," ujarnya.

Karenanya, harus adanya visi besar bagaimana mengelolah manpower dalam pengelolahan tenaga kerja di Indonesia. Mulai dari pekerja industri ketenagakerjaan dan juga pembenahan pendidikan baik dari SD hingga perguruan tinggi.               

Karenanya, di Indonesia perlu brand dan visi besar seperti negara-negara yang sukses dalam mengelolah tenaga kerja. Mereka mengelolah dari manpower. “Saya telah riset ke Qatar, dan mereka fokus dalam SDM dan pengembangan kopetensinya diberikan beasiswa. Dan mereka setelah Pendidikan mereka harus membangun negaranya,” terang dosen bidang kebijakan publik ini.

Dijelaskan Kurniasih, yang juga pendidik dan juga konsultan tersebut, kita harus memenuhi kebutuhan dari pekerja dan diperhatikan hak-hak dari pekerja.

 “Jadi kita punya banyak variable, dan kita tingkatkan. Sebenarnya Prabowo -Sandi sudah konsen hal itu dan mereka sudah program aksi untuk hak pekerja dan meningkatkan kualitas pekerja,” terangnya.

Misalnya hak kesehatan yang lebih murah dan dengan kualitas yang sama dengan pekerja. Termasuk transportasi untuk pekerja, sehingga UMR yang mereka dapatkan itu utuh, dan juga Pendidikan untuk anak-anak pekerja bisa didorong. “Harus ada pendidikan gratis, dan kita SD, SMP dan SMA itu sudah gratis. Apalagi sekolah di madrasah itu namun belum gratis.”

Terkait pendidikan politik, jelasnya, politik adalah hak setiap warga negara. Karenanya, anak-anak itu harus dididik dalam politik, dan politik literasinya harus bagus juga. Oleh karena itu, guru itu berhak dalam Pendidikan.

Kurniasih kini maju dari Dapil Jakarta II, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar negeri. Ketika ditanya dapil neraka dirinya hanya menjawab singkat. “Saya percaya pada Allah dan buat kita berusaha secara maksimal dalam edukasi politik. Saya alhamdulillah diberikan kesempatan oleh PKS dalam pemilu,” terang Kurniasih yang berkomitmen dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat.

Ketika ditanya terkait mengapa maju dari caleg DPR dari PKS, ia pun mengatakan dirinya diajukan bukan mengajukan. Partai yang memberikan amanat.

“Saya harus amanah, dan tanggungjawab moril sebagai akademisi. Ini dalam riset saya suka mengelitik kebijakan kita setelah disahkan dan selesai. Misalnya soal perlindungan pekerja migrant, dan soal PP Itu masih lama, dan UU itu penempatan migran itu ditanggung negeri. Namun PP-nya belum ada. Bismillah kita berkontribusi dalam amanah ummat, dan kebijakan public dalam peningkatan kualitas SDM,” terang doctor lulusan ilmu administrasi tersebut.

Kurniasih pun mengaku berkompetisi caleg DPR merupakan amanah dan tantangan dalam berjuang. Dirinya mempunyai prinsip untuk membangun Indonesia dan terjun langsung ke masyarakat, termasuk berkomunikasi dengan pekerja dan sahabat migran.

“Kita punya rumah singgah di Tangerang Selatan, dan itu rumah singgah untuk buruh migran. Kita punya program advokasi pekerja migran, bukan persoalan sendiri termasuk pekerja migran yang illegal. Dan purna migran, dan kita ada program pendampingan bagi pekerja migran yang ingin bekerja. Kita Sudah jalankan program itu sebelum pemilu,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00