• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Amud, Penyandang Difabel Anggota KPPS Jakarta Pemilu 2019

25 March
15:16 2019
3 Votes (3.7)

KBRN, Jakarta : Keterbatasan fisik tidak berarti menjadi penghalang bagi seseorang untuk menjalani aktivitas sehari-hari layaknya manusia normal. Kaum difabel juga punya hak yang sama untuk beraktivitas dan berkontribusi bagi dunia politik.

Keterlibatan para disabilitas sebagai penyelenggara pemilu tertulis dialam UU Pasal 5 Nomor 7 Tahun 2017 yang berbunyi 'Penyandang disabilitas yang memenuhi syarat mempunyai kesempatan yang sama sebagai Pemilih, sebagai calon anggota DPR, sebagai calon anggota DPD, sebagai calon Presiden/Wakil Presiden, sebagai calon anggota DPRD, dan sebagai Penyelenggara Pemilu'.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menjadi Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), tak terkecuali bagi para disabilitas selama persyaratan menjadi KPPS terpenuhi diantaranya syarat 17 tahun, pendidikan minimal SLTA, dan  bisa baca tulis hitung.

Amud, penyandang disabilitas panti Sasana Bina Daksa Budi Bhakti,  Jakarta, merasa bersyukur terpilih menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS ) pemilu 17 April 2019.

” Ya alhamdulliah dapat kepercayaan untuk bantu pemilu nanti dan baru pertama kali ini bisa jadi KPPS,” ujar Amud kepada rri.co.id dipanti Sasana Bina Daksa, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (25/3/2019). 

Pria asal Cirata, Jawa Barat yang sudah lama di Jakarta mengakui  pada pemilu sebelumnya pernah mencoba untuk jadi anggota KPPS tapi tidak pernah diterima.

Pada 17 April mendatang Ia akan melayani 298 pemilih di Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) 89 dengan jumlah pemilih terdiri dari laki-laki 160, perempuan 138, dan pemilih tuna daksa 25 orang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00