• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Linggang Melapeh, Desa dengan Ragam Wisata di Bumi Sendawar

24 March
21:25 2019
16 Votes (4.3)

KBRN, Sendawar : Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur memiliki banyak destinasi wisata.

Selain Danau Aco yang menjadi objek wisata andalan, desa ini juga menyimpan sejumlah destinasi unggulan, mulai dari air terjun, danau vulkanologi, hingga wisata keramat ‘Gerbang Jodoh’.

Rombongan RRI Sendawar berkesempatan menjelajahi pesona alam di kampung “Samukng Aluur” julukan kampung Linggang Melapeh, Minggu (24/3/2019).

“Linggang Melapeh ini daerah kaya wisata alam. Kita punya Jantur (air terjun) Tabalas, jantur Ataai, jantur Pajaai, Lomuq. Yang aktif ini Danau Aco, jantur Tabalas dan Gerbang Jodoh,” ungkap Kepala Kampung Linggang Melapeh Musiman kepada RRI.

Danau Aco memang jadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kutai Barat. Danau seluas 4 hektaare ini selalu memanjakan para pengunjung dengan pesona alam nan indah. Berkunjung ke lokasi ini hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Sendawar Barong Tongkok Ibu Kota Kabupaten Kutai Barat.

Akses jalan menuju lokasi terbilang lancar karena sudah beraspal. Tak heran jumlah kunjungan baik wisatawan domestik maupun manca negara ke danau Vulkanolog ini mencapai puluhan ribu orang tiap tahunnya.

“Danau Aco ini sudah terkenal dimana mana dan paling aktif sekarang ini,” kata Musiman.

Kampung Linggang Melapeh juga menawarkan pilihan berwisata yang tak kalah menarik. Setidaknya ada 4 lokasi air terjun yang bisa memanjakan akhir pekan atau liburan anda. Salah satunya jantur Tabalas. Letaknya yang cukup dekat dengan Ibu Kota Kabupaten menjadi pilihan untuk wisata bersama keluarga atau rekan kerja.

Menariknya di lokasi jantur Tabalas ini ada satu lagi spot foto yang selalu jadi incaran para pengunjung. Yaitu Wisata alam Gerbang Jodoh.

“Gerbang jodoh ini pengertiannya tidak hanya untuk orang yang mau cari jodoh atau suami istri. Tapi kita bisa berharap misalnya mau buka usaha, mungkin saya minta jodoh saya dengan usaha travel misalnya,” ujar Musiman.

“Jadi kita mau rencana buat semenisasi ke tempat pemandian, dan gerbang jodoh itu sendiri kita buka jalan trek sepanjang sungai. Kita juga punya wisata edukasi hutan desa kawasan lindung gunung Eno. Makanya saya ajak masyarakat, mari kita jaga hutan dan alam kita ini dengan baik,” tuturnya.

Lus  salah satu pengunjung mengaku penasaran dengan Gerbang Jodoh yang diklaim sedikit keramat itu.

“Saya dua kali sudah kesini karena penasaran aja. Kan dekat sama pemandian Tabalas situ makanya kalau liburan itu banyak orang datang. Dulu itu sampai antri bang,” katanya.

“Mantap ini kalau buat foto-foto,” ungkap Syahrudin pengunjung lainnya.

Gerbang jodoh jaraknya hanya sekitar 300 meter dari pemandian air terjun Tabalas. Yang menjadi daya tarik karena ada sebuah pohon besar dengan akar  menopang tinggi bagian kiri dan kanan layaknya pintu raksasa. Keunikan akar pohon tersebutlah yang membuat pengunjung ingin berswa foto. Di tambah lagi hutan rimba yang diapiti anak sungai jantur Tabalas membuat lokasi itu sangat alami.

Dengan berbagai objek wisata tersebut, Kampung Linggang Melapeh akhirnya dikukuhkan sebagai desa wisata. Apalagi kampung ini bebas dari ekploitasi hutan baik tambang maupun perkebunan kelapa sawit. Tidak heran desa ini jadi penyumbang terbanyak dalam hal kunjungan wisata ke kabupaten Kubar.

Kepala Dinas Pariwisata Kubar Herman Alung menyebut, kunjungan wisata baik domestik maupun manca negara rata-rata melebih target.

“Target kita wisatawan nusantara di 2018 itu 22.000 ternyata realisasinya sampai 32.200 orang artinya melampaui target. Kunjungan manca negara targetnya 260 tapi kunjungan mencapai 290 orang, melebihi target,” jelasnya.

Diharapkan semua pihak, baik pelaku pariwisata , pemerintah daerah maupun provinsi dan pusat memberikan perhatian khusus agar semua potensi wisata yang ada bisa dikembangkan demi menambah pundi-pundi pendapatan daerah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00