• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

LUAR NEGERI

Indonesia Dorong Peran Perempuan Sebagai Agen Perdamaian dan Toleransi Dunia

24 March
18:54 2019
5 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Para Menteri Luar Negeri dunia, _World Assembly for Women_ (WAW!) kelima kalinya mengadakan pertemuan, dan kali ini berlangsung di Tokyo, Jepang.

Dalam rilis yang diterima redaksi RRI, Minggu (24/3/2019), WAW ! diselenggarakan pada Sabtu (23/3/2019), dihadiri oleh Wakil Presiden Panama, dan para Menteri Luar Negeri perempuan dari 8 negara.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan, bahwa ia sangat percaya dengan peranan perempuan dalam mendorong perdamaian dunia.

"Saya sangat percaya, dengan kekuatan peran perempuan dalam mendorong perdamaian. Mari kita  bekerja sama dalam mendorong  peran serta perempuan sebagai agen perdamaian dan toleransi,” ujar Retno Marsudi.

Dalam pertemuan tersebut, Retno Marsudi menyampaikan percaya bahwa perempuan memiliki kualitas  leadership, rasa empati, melindungi, dan solidaritas yang tinggi, sehingga memungkinkan untuk dapat menjadi agen perdamaian yang efektif. 

Retno Marsudi menyampaikan bahwa kualitas seperti ini terlihat dalam PM Selandia Baru, Jacinta Arden, saat menghadapi serangan teror di Christchurch minggu lalu. 

"Langkah-langkah yang diambil PM Selandia Baru menghadapi tragedi penembakan Christchurch, menunjukan empati yang besar, yang mampu menumbuhkan solidaritas dan menunjukan pernannya sebagai “ibu” bangsa," imbuhnya.

Menurut Retno, kepemimpinan PM perempuan seperti Jacinta Arden menunjukan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk berperan dalam berkontribusi  terhadap perdamaian.

Lebih lanjut Retno menyampaikan pentingnya untuk meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan perempuan sebagai negosiator dan mediator.

"Dalam kaitan ini, Indonesia dan ASEAN akan menyelenggarakan Pelatihan Regional tentang Perempuan, Perdamaian dan Keamanan untuk diplomat perempuan dari semua negara ASEAN. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk membangun jaringan negosiator dan mediator perdamaian perempuan di Asia Tenggara," jelas Retno.

Retno Marsudi juga mendorong para menteri perempuan untuk mengambil langkah serupa di kawasannya untuk meningkatkan kapasitas perempuan sebagai  negosiator dan mediator perdamaian.

"Jaringan ini selanjutnya diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan jaringan serupa di kawasan lainnya, sebagai kontribusi nyata perempuan dalam penciptaan stabilitas dan perdamaian global. Saya yakin negosiatior dan mediator perempuan akan berkontribusi lebih dalam menjaga perdamaian dan kestabilan” tegas Menlu Retno," ungkap Retno.

Dalam pertemuan tersebut, Retno juga menyampaikan perkembangan terkait situasi di Rakhine State dan Palestina dan peran yang dapat dimaikan perempuan.

"Penting penciptaan kondisi yang kondusif untuk proses repatriasi bagi pengungsi," tegasnya.

Retno Marsudi menyampaikan keprihatinan atas masih adanya defisit kepercayaan antara komunitas dan pemangku kepentingan. 

"Dalam konteks ini, saya sampaikan bahwa ASEAN terus berupaya untuk menjembatani dan mendukung proses repatriasi, termasuk dengan mengirimkan tim asesmen ke Myanmar," ungkapnya lagi.

Mengenai Palestina, Retno Marsudi menekankan keprihatinan akan situasi yang semakin memburuk, khususnya kondisi para pengungsi dengan terhentinya berbagai program bantuan dari negara donor.

"Saya menegaskan kembali komitmen penuh Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina," jelas Retno.

Selanjutnya, Retno Marsudi juga menyampaikan hasil kunjungan ke Amman awal Maret lalu, untuk berikan bantuan peningkatan kapasitas bagi perempuan Palestina dan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina.

Sementara, sela-sela pertemuan WAW! Retno Marsudi juga melakukan pertemuan  dengan _State Minister for Foreign Affairs_ Jepang, Toshiko Abe. Dalam pertemuan tersebut, kedua Menteri membahas upaya untuk memperkuat kerja sama bilateral, termasuk kerja sama terkait pengiriman tenaga kerja terampil Indonesia ke Jepang.

Kedua Menteri juga membahas kerja sama pencapaian SDGs dan Indo-Pasifik.

Sebagai Menlu Indonesia perempuan pertama dan mewakili negara berpenduduk muslim terbesar, Indonesia dipandang memiliki kredensial yang lengkap dalam memajukan peran perempuan.

Keberhasilan Indonesia ini juga sangat sangat dilihat dari komitmen kuat Presiden Joko Widodo dengan menempatkan sejumlah Menteri Perempuan dengan portofolio yang strategis dalam Kabinet Kerja.

Pertemuan WAW! Ke-5 diselenggarakan oleh Pemerintah Jepang bekerja sama dengan Women 20, sebuah engagement group G-20 yang menyuarakan isu pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, pertumbuhan yang inklusif dalam sektor ekonomi internasional.

Forum WAW! merupakan bentuk komitmen Jepang untuk pengarusutamaan isu gender dan pemberdayaan perempuan dalam berbagai bidang. (Rel)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00