• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

KSP Sebut Presiden 3 Tahun Lalu Sudah Intruksikan Tanam Rempah

23 March
19:07 2019
1 Votes (5)

KBRN, Subang : Pemerintah Indonesia sejak 3 tahun lalu sudah mengintruksikan, agar budidaya tanaman rempah-rempah kembali dikembangkan. Mengingat, Indonesia sebagai negara agraris dan maritim, terkenal dengan rempah-rempah yang melimpah sejak ratusan tahun lalu. Hal  itu terungkap dalam rapat terbatas yang di gelar di Istana Negara, Sabtu (23/3/2019).

Dalam rapat itu, selain dihadiri Kepala Negara, Joko Widodo, juga Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jendral (Purn) Moeldoko, Menteri Sekretariat Negara Partikno, Ketua Pertimbangan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang serta jajarannya.

Staf KSP Ariani Djalal dalam pesan elektroniknya mengatakan, sejak 3 tahun lalu Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan agar tanaman rempah-rempah dikembangkan kembali.

"Bapak Presiden dalam rapat terbatas itu menekankan, bahwa pemerintahannya sudah mengintruksikan kepada seluruh jajarannya, untuk kembali menanam rempah-rempah, itu disampaikan pak Presiden sejak 3 tahun lalu," ujar Ariani.

Dikatakannya juga, bibit tanaman rempah-rempah salah satunya serai wangi, sudah disiapkan 3 tahun lalu di Balitbang Pertanian. Pengembangan serai wangi itu menurutnya, mencakup berbagai jenis serai wangi unggulan, yang diperuntukan bagi petani.

"Pemerintah sejak 3 tahun itu, sudah mengembangkan bibit serai wangi itu, dengan alih teknologi, yamg mengasilkan berbagai jenis varietas unggulan serai wangi," terangnya.

Dalam rapat terbatas yang digelar berkaitan rencana kunjungan kerja Joko Widodo ke Subang untuk meresmikan Desa Kawasan, diungkapkan Ariani, HKTI diharapkan ikut mendorong agar petani kembali beralih ke budidaya tanaman rempah-rempah.

"Kita harus mulai kembali memikirkan urusan pertanian itu, yang berkaitan dengan rempah-rempah, agar poros maritim berbasis rempah kembali berjaya. Jangan sampai seperti lada, yang diambil oleh Vietnam, padahal Indonesia rajanya lada di dunia,”tegasnya.

Ia menambahkan, jika budidaya dan pengembangan rempah-rempah tidak dilakukan dengan segera, maka dikhawatirkan peluang pasar rempah di dunia akan diambil alih oleh negara lain. Ariani juga memaparkan, terobosan yang dilakukan oleh Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati yang merintis Desa Kawasan dengan pengembangan pertanian rempah-rempah, merupakan salah satu kesempatan untuk membangkitkan kembali Indonesia sebagai penghasil rempah-rempah dunia.

"Jadi kita harus hati-hati dengan kesempatan tanaman serai wangi di Desa Kawasan, yang di rintis Raja Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati. Desa Kawasan salah satu kesempatan menuju poros maritim berbasis rempah. Jangan kembali kalah oleh negara tetangga,” tandas Ariani.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00