• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Peduli Satwa, Puslatpur Lepaskan Kembali Ular Piton 8 Meter

23 March
18:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian alam dan Satwa liar, Pusat Latihan Tempur (Puslatpur)  Kodiklatad melepas kembali Ular Piton dengan  panjang 8 meter dan berat 150 kg ke alam habitatnya.

Tersebut disampaikan Danpuslatpur Kodiklat TNI AD Kolonel Inf Anton Yuliantoro, S.IP., M.Tr (Han) dalam keterangannya saat dihubungi melalui telepon selulernya di Martapura-Baturaja, Sabtu (23/3/2019).

Diungkapkan Danpuslatpur bahwa penemuan ular Piton tersebut berawal saat Tim Gabungan dari Yon Zipur sedang melakukan pengerjaan pembukaan lahan dalam rangka penataan daerah latihan yang mencapai luas 43.000 Hektar.

“Saat alat berat bekerja dan melakukan pembersihan, tiba-tiba terlihat seekor ular yang sangat besar dan panjang didalam semak-semak, khawatir terlindas alat berat, maka anggota dilapangan mencoba menangkap dan mengamankannya,’’ terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Kolonel Anton bahwa daerah Puslatpur TNI AD yang memiliki luas mencapai 43.000 Hektar tersebut, diketahui masih terdapat berbagai spesies Satwa liar yang dapat dikatagorikan di lindungi yang diantaranya seperti Beruang Madu, Macan Sumatera, Rusa, Tapir, Ular dan spesies hewan lainnya.

"Melihat pentingnya menjaga kelestarian satwa dari kepunahan, seluruh anggota kita perintahkan untuk tidak melakukan perburuan maupun penangkapan, termasuk juga disampaikan kepada masyarakat," ujar Anton.

“Satwa di daerah Puslatpur merupakan kekayaan flora dan fauna tidak ternilai harganya. Perburuan dan penangkapan hewan tanpa mempertimbangkan proporsionalitas akan berdampak buruk pada keseimbangan ekologis dan akan menimbulkan kerusakan alam, yang pada gilirannya akan merugikan manusia itu sendiri,’’ jelasnya.

Ditemui dalam momen terpisah, Kasilat Depas Mayor Arm Dedi mengatakan bahwa penemuan ular tersebut secara pasti diketahui berjenis Ular Piton dengan Panjang 8 meter dan berat 150 kg. Sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan, dirinya selalu memberikan penekanan kepada para prajurit maupun warga sekitar untuk lebih waspada dan berhati-hati agar tidak membahayakan diri.

"Juga  dilarang berburu, karena secara otomatis akan menganggu lingkungan hidup mereka (hewan buas). Jika sudah seperti itu maka bintang tersebut kelaparan dan turun ke kampung penduduk," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00