• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

YLKI Desak DPRD Kota Surakarta Selesaikan Perda Kawasan Tanpa Rokok

22 March
06:13 2019
0 Votes (0)

KBRN,Surakarta: Ketua Umum YLKI Pusat Tulus Abadi meminta Yayasan Kakak Surakarta supaya mendesak DPRD Kota Surakarta untuk menyelesaikan Perda Kawasan Tanpa Rokok. Perda tersebut untuk melindungi kesehatan anak.

"Peraturan Walikota (PERWALI) saja tidak kuat, karena para perokok aktif yang notabene ada para pejabat maupun Politisi. Bahkan anggota Dewanpun menganggap enteng lantaran tidak adanya hukum yang melarang," kata Ketua Umum YLKI Pusat Tulus Abadi pembicara dalam Diskusi dan Koordinasi untuk Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Solo, Kamis (21/3/2019).

Tulus Abadi mengatakan, dalam PP terdapat 8 Fasilitas Kawasan Tanpa Rokok. Yaitu Fasilitas Kesehatan, Pendidikan,Tempat ibadah, transportasi umum, tempat kerja, tempat umum, tempat bermain anak dan fasilitas, tempat olahraga.

"Padahal masih banyak  perokok hampir di semua tempat itu," tambahnya.

Tulus Abadi menambahkan, urgensi regulasi penerapan Kawasan Tanpa Rokok didasari UU no.36 tahun 2009 tentang Kesehatan khususnya kesehatan anak. Rokok mengandung zat adiktif ashg bagi perokok akan ketagihan.

"Kemudian dalam pasal KTR PP no.109 tahun 2012  tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan maka Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok," tandasnya.

"Sungguh Ironis, Solo yang sudah dideklarasikan sebagai Kota layak anak tetapi belum mempunyai payung hukum Perda Kawasan Tanpa Rokok. Kenyataannya masih ada Iklan rokok terpampang cukup besar yang menjadi pemicu anak tergoda untuk merokok," sambungnya.

Diskusi dan Koordinasi untuk Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Solo yang diprakarsai Yayasan Kakak Surakarta itu diikuti Tokoh Masyarakat dari 5 Kecamatan di Solo. Pengurus Forum KTR, Generasi Muda Peduli Kesehatan, Pihak Dinas Kesehatan Kota dan pihak Divisi Hukum Pemkot Surakarta serta Dokter.

Dalam diskusi tersebut cukup seru karena mereka melaporkan hasil survei maupun pengalaman masing-masing. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00