• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Hunian Sementara Korban Tsunami di Pandeglang Belum Rampung

21 March
22:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pandeglang : Pembangunan 481 unit bangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban tsunami Selat Sunda di Pandeglang belum juga rampung. Malah pembangunan ratusan Huntara itu terancam tidak mencapai target.

Pasalnya menjelang berakhirnya masa transisi menuju pemulihan 5 April mendatang, Pemerintah Daerah baru menyelesaikan sekitar 100 unit. 

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Pandeglang, Syarif Hidayat menyebutkan, hingga kini pihaknya baru menyelesaikan 37 unit Huntara di Desa Cibenda, Kecamatan Carita. 

"Sedangkan 63 unit lainnya di Desa Citanggok, Kecamatan Labuan, tinggal menyisakan pemasangan KWH listrik," ujar Syarif, Kamis (21/3/2019).

Rencananya, 100 unit Huntara di dua kecamatan itu akan diselesaikan sebelum hari jadi Pandeglang 1 April 2019. Namun masih ada ratusan unit Huntara lagi di Citanggok yang belum selesai. Sebab, pemerintah menetapkan 284 unit Huntara bisa terbangun di desa tersebut. 

"Untuk yang di Citanggok Kecamatan Labuan dari keharusan yang dibangun 284 unit, sudah 63 unit yang sedang dikerjakan dengan progres 70 persen," sebutnya.

Setelah pembangunan Huntara di Cibenda dan Citanggok selesai, maka Pemkab akan menggeser pembangunan Huntara di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi dan Desa Melarsari, Kecamatan Panimbang. 

"Jumlah keseluruhan yang harus dibangun Pemkab Pandeglang itu 481 unit. Nanti kalau yang di Carita dan Labuan sudah selesai, kami bakal bergeser ke Kecamatan Panimbang dan Sukaresmi dengan jumlah total 160 unit," jelasnya. 

Akan tetapi Syarif pesimis seluruh Huntara bisa selesai tepat waktu. Syarif menjabarkan, pihaknya menemui kendala untuk pembangunan Huntara di Sukaresmi dan Panimbang. Masalah lahan sempat menjadi penghambat lantara muncul penolakan sejumlah warga yang merasa keberatan. 

"Sebetulnya, kami sudah membagi tugas untuk menyelesaikan. Ternyata tidak mudah, akan tetapi tidak ada kendala yang signifikan. Hanya salah satu hambatannya itu awalnya mencari lahan menjadi hambatan, tapi secara teknis tidak masalah. Kami kan baru dihadapi masalah ini," imbuhnya.

Adapun mengenai anggaran, Pemda sudah mengucurkan biaya sekitar Rp1,4 miliar untuk pembangunan Huntara di Cibenda dan Citanggok. Dengan masing-masing unit Huntara mengeluarkan biaya Rp14 juta. 

"Kita tidak hanya membangun hunian bagi pengungsi korban tsunami, namun juga membangun fasilitas penunjang lain seperti sarana air bersih, sarana ibadah, dan memperhatikan jalan lingkungan," tutupnya.

  • Tentang Penulis

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

  • Tentang Editor

    Syarif Hasan Salampessy

    Redaktur Puspem LPP RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00