• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

4 Armada Bis Buatan Indonesia Mulai Diekspor ke Bangladesh, Menlu RI : Daya Saing Kita Tidak Kalah

21 March
22:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Produksi anak negeri kembali membuat bangga bangsa Indonesia. Dimana pada Kamis (21/3/2019), dimulai pengiriman perdana 4 unit armada bis ke Bangladesh. Total bis berjenis eksekutif dan double dekker yang dipesan oleh Bangladesh berjumlah 14 unit. 

Peresmian pengiriman 4 unit armada bis tersebut disaksikan langsung oleh menteri luar negeri RI, Retno Marsudi serta duta besar Bangladesh untuk Indonesia, Azmal Kabir, dilakukan ditengah pameran bis terbesar di Asia Tenggara, Busworld South East Asia di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Menteri luar negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan, dimulainya pengiriman 4 armada bis buatan CV Laksana tersebut, sebagai bukti nyata bahwa produksi dalam negeri tidak kalah dengan negara lain.

“Pengiriman ekspor bis ini menurut saya adalah komitmen kongkrit dari kedua pemimpin kita. Ekspor perdana 4 bis ke Bangladesh, ini juga menunjukkan bahwa daya saing kita tidak kalah dengan negara-negara lain,” ungkap Retno Marsudi saat peresmian pengiriman 4 armada bis, Kamis (21/3/2019).

Lebih lanjut Retno menambahkan, ekspor armada bis lainnya yang telah dilakukan CV Laksana maupun produsen transportasi lainnya dari Indonesia, merupakan kegigihan anak bangsa untuk memajukan aktifitas ekspor terutama ke pasar-pasar non tradisional.

“Saya juga sudah mendapatkan informasi bahwa CV Laksana sudah melakukan ekspor ke Fiji dan Timor Leste (masing-masing 200 unit). Saya meyakini bahwa keberhasilan ini adalah satu prestasi dari kegigihan kita untuk memajukan ekspor kita, terutama ke pasar-pasar non tradisional,” imbuh Retno.

Duta besar Bangladesh untuk Indonesia, Azmal Kabir, menyatakan, pihaknya berharap pengusaha dari kedua negara, dapat duduk bersama untuk menemukan potensi lainnya yang dapat dikerjasamakan bagi penguatan sektor ekonomi dan perdagangan.

“Kami mengharapkan Indonesia bisa mencari peluang juga untuk impor dari kami. Saya harap para pengusaha dari kedua negara bisa duduk bersama mencari potensi apa saja yang bisa dikerjasamakan dalam konteks penguatan kerjasama disektor ekonomi perdagangan,”harap Azmal Kabir.

Sementara, ekspor 14 unit armada bis ke Bangladesh berjenis bis eksekutif dan double dekker, dengan total penjualan senilai 808 ribu dolar Amerika Serikat.

Sedangkan, realisasi ekspor ke Bangladesh tersebut merupakan implementasi dari kunjungan presiden Joko Widodo ke Bangladesh pada tahun 2018.

Selain, penguatan kerjasama ekonomi dan perdagangan Bangladesh yang merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Asia Selatan, juga dimulai dengan ekspor 15 dari total pesanan 250 gerbong produksi PT INKA diawal tahun 2019.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00