• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Toet Apam, Tradisi di Aceh yang Hampir Punah

21 March
20:00 2019
2 Votes (5)

KBRN, Sabang : Menghidupkan kembali budaya khanduri apam yang hampir punah di kota Sabang, Gampong (desa) Aneuk Laot, kecamatan Sukakarya kota Sabang, digelar atraksi adat toet apam (khanduri serabi) di kota Sabang.

Sebagai gampong adat yang ada di kota Sabang, Gampong Aneuk Laot merasa terpanggil untuk memperkenalkan kembali tradisi toet apam tersebut kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Demikian dikatakan ketua tuha peut (tetua adat) gampong Aneuk Laot Tgk. Sulaiman Daud, yang sekaligus panglima danau di desa setempat. Menurutnya, atraksi ini dilakukan, mengingat tradisi toet apam sudah sangat jarang terlihat di kota Sabang. 

“Ini untuk mengembalikan ada budaya Aceh di gampong- gampong karena banyak yang sudah hilang. Makanya kita berkomitmen sebagai gampong adat mulai mencontohkan, supaya adat teut apam hidup kembali. Sekelompok kecil ibu- ibu masih ada yang lakukan ini. Tapi untuk remaja kita yang baru menikah kebanyakan tidak tau adat budaya ini,” ujar Tgk. Sulaiman, kamis (21/03/19).

Dia mengatakan, untuk tahap awal dengan pembiayaan yang minim, pihaknya mencoba memberikan contoh, dengan harapan akan dilirik oleh pemerintah daerah, sehingga atraksi ini dapat menjadi festival yang diperlombakan di kota Sabang.

Sementara itu ketua Majelis Adat Aceh Tgk. H. Ramli Yusuf, SH, mengapresiasi kegiatan yang digelar gampong Aneuk Laot ini. Dia meminta hal serupa juga dapat dilakukan gampong- gamong lainnya di kota Sabang, dengan versi masing- masing.

Ini sangat positif, MAA apresiasi. Cuma kita harap ini tidak hanya di gampong Aneuk Laot, semua gampong bisa hidupkan kembali. Ini hanya sebagai contoh. Harapan saya, kalau hari ini Aneuk Laot, kedepan bisa di Jaboi, dan gampong lain, tapi versinya beda- beda,” harap Tgk. Ramli Yusuf

Kata tgk. Ramli Yusuf, bila mana tradisi seperti ini tidak digalakkan kembali, lima hingga sepuluh tahun kedepan, tradisi adat budaya Aceh yang ada di Sabang, semakin hari akan semakin terkikis, yang tidak menutup kemungkinan semua itu akan tertimbung era globalisasi.

Sementara itu, menurut data yang diterima RRI, kegiatan tersebut diikuti empat kelompok dari masing- masing jurong di desa Aneuk Laot, dan satu kelompok perwakilan desa Jaboi, yang juga sebagai gampong adat yang ada di kota Sabang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00