• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

KPU Kubar Tetapkan DPTb-2 Sebanyak 7524 Pemilih

21 March
19:21 2019
5 Votes (5)

KBRN, Sendawar : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur menetapkan 7.524 pemilih masuk ke dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) untuk Pemilu 2019.

Penetapan tersebut dilaksanakan dalam rapat pleno terbuka hari rabu malam yang dimulai sekitar pukul 22.30 hingga kamis dini hari (21/3/2019) pukul 03.30 Wita. Pasalnya ke lima komisioner KPU Kubar baru tiba dari Jakarta mengikuti pelantikan.

Ketua KPU Kubar Arkadius Hanye kepada RRI menjelaskan, proses administrasi pindah memilih cukup alot karena pihaknya harus memastikan setiap pemilih harus ada dalam daftar pemilih tetap (DPT) di daerah asal baru bisa diterima di KPU tujuan. 

“Proses ini tentunya proses yang panjang dan melelahkan. Karena tugas dari KPU harus memastikan orang yang mengajukan diri pindah memilih, itu dipastikan dari tempat asalnya terdaftar (dalam DPT). Ketika kita ingin memasukan ke KPU tujuan di tempat asal juga harus dihapus dari DPT untuk periode pemilu kali ini,” katanya.

Arkadius yang baru terpilih sebagai ketua KPU kubar periode 2019-2014 ini lebih jauh menjelaskan tambahan 7.524 pemilih itu ikut menambah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 20 buah. Dari sebelumnya 509 jadi 529 TPS.

“Sebenarnya upaya kita adalah memasukan pemilih tambahan ini ke dalam TPS yang sudah ada. Tetapi batas maksimal satu TPS itu 300 pemilih saja, ini yang menyebabkan tambah TPS sampai 20. Tersebar di 6 kecamatan terbanyak di Kecamatan Damai, Muara Lawa, Siluq Ngurai dan Muara Pahu,” ujarnya. 

Arkadius menambahkan, pihaknya juga mengajuka kekurang surat suara ke KPU RI sebagi konsekwensi tambahan pemilih.

“DPT kita itu 114.872, sesua aturan surat suara harus sebanyak DPT plus 2 persen berbasis TPS. Tetapi surat suara yang kita terima adalah 117.170 ini adalah ful kabupaten, berarti masih ada selisih. Kami  sudah mengajukan permohonan sekaligus permohonan untuk penyesuaian jumlah surat suara yang dibutuhkan,” jelas Hanye. 

Ketua badan pengawas pemillu (Bawaslu) Kubar Risma Dewi menilai penambahan DPTb hingga TPS dan surat suara masih kategori wajar.

“Kalau saya lihat perubahan DPTb satu ke dua ini wajar, karena memang ada Surat Edara KPU yang melakukan perpanjangan otomatis mobilisasi masyarakat ini kita tidak bisa menebak. Tapi saya lihat intensitasnya wajar tidak terlalu kentara istilahnya yang ada unsur-unsur kecurangan itu tidak ada,” pungkas Risma. 

Sebagai informasi, 7.524 DPTb kubar terdiri dari DPTb masuk yang mengurus di daerah asal sebanyak 72 pemilih. Kemudian DPTb masuk yang mengurus di daerah tujuan 6.592 pemilih. Sementara DPTb keluar yang mengurus di daerah asal 250 pemilih dan terakhir DPTb keluar yang urus di daerah tujuan 610 pemilih. Sedangkan pendataan potensi daftar Pemilih Khusus (DPK) sebanyak 373 pemilih. 

Namun yang perlu diketahui bahwa tidak semua warga yang mengurus surat pindah memilih, mendapatkan lima surat suara calon presiden-wakil presiden, calon DPR RI, calon DPD, calon DPRD provinsi, dan calon DPRD kabupaten. Apabila sang pemilih pindah dari Provinsi Kaltim ke luar Kaltim, maka hanya surat suara calon presiden yang didapat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00